Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

FITZ 2018 Ditutup Dengan Semarak


Al-Iqtishod.com— Perhelatan akbar Festival Islam Tazkia (FITZ) yang dibuka Jum’at lalu (27/04/18) akhirnya mencapai puncak acara, tak seperti dua hari kemarin yang didominasi dengan perlombaan, spesial hari ini (29/04/18), acara diisi dengan rangkaian kegiatan Tabligh Akbar yang bertempat di Gedung PPIB kota Bogor.
Singkat acara dimulai pada jam 9 pagi, dibuka dengan pelantunan ayat suci Al-Qur’an oleh saudara Fathan Fahrul A selaku panitia FITZ LDK Al-Iqtishod yang kemudian berlanjut ke kata sambutan dari Bapak Miftakhus Surur, S.E.I., M.Sc. (Fin) dan ketua LDK Al-Iqtishod Ahmad Yasin. 

Kemudian beranjak ke salah satu acara inti yang berisi tausiah dari ustad Ardhy Surya Nugraha berisi kata-kata yang mengingatkan bahwa manusia jangan lupa bersyukur kepada Allah SWT, dikhususkan untuk para muslim Indonesia yang masih diberikan kenikmatan beribadah dengan tenang setiap harinya, ustad Ardhy juga mengingatkan ditengah kenikmatan dan syukur yang kita panjatkan kepada-Nya alangkah baiknya disertai dengan do’a untuk saudara-saudari yang tengah berjihad di tanah Palestina.

Seusai tausiah dari ustad Ardhy, dengan tajuk “Suara Kemanusiaan”, konser amal pun menjadi pengiring hangat sekaligus penggebu para penonton untuk meningkatkan kepedulian kepada Palestina yang tengah dijajah oleh Zionis Israel melalui pelantunan nada merdu oleh salah satu grup Nasyid legendaris Indonesia, Izzatul Islam. Ya, FITZ tahun ini berhasil mengundang Izzatul Islam untuk menghiasi rundown sekaligus menghibur para penonton dengan liriknya yang membangun.


Tak hanya dengan do’a dan semangat lewat lirik nasyid, aksi nyata pun dilaksanakan berupa penggalangan dana yang melibatkan penonton. Penonton diajak berkomitmen menyumbang di jalan yang mulia, dan Alhamdulillah jumlah partisipan yang rela menyerahkan hartanya sebagai tanda peduli untuk saudara Palestina pun tidak sedikit. Nominal yang mereka sumbangkan pun juga beragam. 

Kemudian acara puncak pun tiba untuk mebayar hasil jeri payah para kontestan yang ikut berpartisipasi di berbagai cabang lomba yang telah diselenggarakan selama dua hari sebelumnya dengan penghargaan-penghargaan berupa hadiah uang tunai dan piala sebagai simbol dari kerja keras mereka. Jumlah hadiah pun beragam sesuai peringkat dan tingkat kesulitan dari lomba.


FITZ sendiri diadakan dengan tujuan untuk menjadi sarana penggalian bakat dakwah pemuda-pemudi Islam dalam wadah ukhuwah guna mempersatukan umat dan saling menyemangati dalam kebaikan. “Senang bisa ikutan acara ini. Nambah pengalaman. Pertama kalinya saya mengikuti lomba disini. Keren juga bisa melihat Izzatul Islam secara langsung. Belum menjadi juara membuat saya tertantang ikutan lagi di FITZ tahun depan hehe.” Kesan yang dilanturkan oleh Ayu Nurhasanah perwakilan dari Cileungsi untuk lomba cabang Da’i.
“Saya merasa bangga berpartisipasi dalam FITZ ini karena disinilah potensi yang anak muda miliki dapat tersalurkan, semoga FITZ kedepannya dapat lebih banyak melahirkan qori-qori’ah serta da’i-da’iyah dalam mengembangkan peradaban islam yang akan datang.” Begitu juga Asril Suandi berasal dari Dompu, NTB dalam menyampaikan kesan dan pesannya.

Tak hanya peserta, salah satu personel Izzatul Islam, Afwan Riyadi juga ikut memberikan kesannya mengenai perhelatan akbar ini, “FITZ 2018 ini bagus dan juga semarak,” ia juga turut menyampaikan harapan, “semoga yang datang ke acara FITZ tahun depan bisa lebih banyak lagi.” Lanjutnya.

Alhamdulillah FITZ pun ditutup dengan lancar. Semoga kesan dan harapan yang di sampaikan oleh ketiga narasumber diatas dapat terwujud sekaligus menjadi pembelajaran untuk LDK Al-Iqtishod agar terus membaik setiap tahunnya. Semoga para pembaca tetap dalam lindungan-Nya dan sampai jumpa di FITZ selanjutnya!

Red: Tim Pers Syiar LDK Al-Iqtishod

Kehadiran Para Calon Da'i dan Da'iyah Kece di FITZ 2018



                Al-Iqtishod.com— Festival Islam Tazkia yang telah resmi dibuka kemarin (Jum’at, 27 April 2018) sudah berhasil menyelenggarakan 2 lomba yaitu MHQ dan Marawis. Tak kalah dengan kemarin, penyelenggaraan lomba hari ini (Sabtu, 28 April 2018) juga tak kalah disambut dengan excited oleh para partisipan, salah satu cabang lomba yang diperlomakan adalah Da’i, dengan jumlah peserta yang mendaftar sekitar 50-an orang yang membuat cabang lomba ini menjadi salah satu yang paling diminati oleh para partisipan.
                Sekitar 50-an peserta pun saling menguji keahlian mereka dalam public speaking tentang ajaran Islam di depan masyarakat, menguji sejauh mana mereka memiliki kemampuan dan kemauan untuk menjadi sarana pengingat untuk para pendengar untuk tetap setia berada pada jalan menuju ridho Allah SWT melalui dakwahan yang mereka bawakan.
                Tak hanya lihai berdakwah didepan penonton, peserta juga diharuskan untuk menyampaikan materi yang merupakan karya original sendiri yang nantinya akan menjadi nilai plus tersendiri dan diharapkan akan meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan materi saat tampil.
                Salah satu peserta bernama Aisyah dari Cileungsi, Bogor memperlihatkan antusiasmenya dalam mengikuti cabang lomba satu ini, terlihat dari keikutsertaannya dalam meramaikan FITZ merupakan hasil pencariannya sendiri di Internet tentang perhelatan yang sedang diadakan oleh LDK Al-Iqtishod ini, dia juga mengatakan bahwa ini bukan lomba Da’i pertamanya, “Iya, ini bukan lomba Da’i aku yang pertama. Gak apa-apa, tertarik aja buat ikut waktu dapat informasi di Internet tentang lomba Da’i yang lagi diselenggarakan, nemu deh FITZ,” ungkapnya.
                Cabang lomba Da’i juga memiliki beberapa kriteria penilaian, diantaranya adalah:
  1. Materi, mencakup: alur, cerita, penguasaan materi dan improvisasi,
  2. Kebahasaan: artikulasi dan diksi,
  3. Penamilan: intonasi suara, ekspresi, gesture, ketepatan waktu dan keberanian.

Untuk peserta yang memiliki skor tertinggi akan berkesepatan memenangkan 3 tingkatan juara, yaitu juara 1, juara 2 dan juara 3.

MTQ Festival Islam Tazkia 2018, di Gelar di Hari Kedua!



ALIQTISHOD.COM, SENTUL CITY -- Rangkaian kegiatan Festival Islam Tazkia 2018 masih berlangsung. Menginjak hari kedua, Sabtu (28/04/2018) Musabaqah Tilawatil Qur'an digelar di ruang ibadah utama Masjid Andalusia Islamic Centre sedari pagi tadi. Sebanyak 25 peserta dengan berbagai kategori usia yang berbeda mengikuti cabang lomba yang digelar di hari kedua ini. Lantunan kalam illahi dari tiap-tiap peserta yang tampil menambah semarak nuansa festival islami di lingkungan Tazkia. Bertindak sebagai dewan juri pada cabang lomba ini yakni Ust. Jalaludin yang merupakan salah satu Imam Masjid Andalusia Islamic Centre.

Ditemui di tempat perlombaan, bagian penanggung jawab Musabaqah Tilawatil Qur'an Festival Islam Tazkia 2018 Ukhtina Samiha Humaira menuturkan harapan diadakannya MTQ di FITZ ketiga ini, "Kami berharap dengan diadakannya MTQ di Festival Islam Tazkia ini, dapat menambah semangat dalam membaca Al-Qur'an yang baik tak hanya dari segi irama namun juga memperhatikan tajwid dan makharijul huruf" tuturnya.


Ajang MTQ ini bukan kali pertama di gelar dalam rangkaian kegiatan Festival Islam Tazkia, dua tahun sebelumnya MTQ menjadi andalan cabang lomba yang di kompetisikan. Tak hanya MTQ, di hari kedua dilangsungkan pula pelombaan Kaligrafi, dan Da'i. Rencananya esok hari, ahad 29/04 bertempat di Gedung MUI Kota Bogor, puncak acara Festival Islam Tazkia akan digelar dengan menghadirkan Ust. Haikal Hassan dalam tabligh akbarnya.

Red : Tim Pers Syiar LDK Al-Iqtishod

Meriahnya Lomba Kaligrafi di FITZ, Ini Kata Mereka



ALIQTISHOD.COM, SENTUL CITY : Festival Islam Tazkia saat ini masih tengah berlangsung dan masuk hari kedua perlombaan. Salah satu cabang lomba yang hari ini diperlombakan adalah kaligrafi.

Para peserta dari Bogor dan sekitarnya ini berusaha menampilkan hasil yang terbaik pada cabang lomba ini.

"Antusiasme yang sangat tinggi menjadikan salah satu kunci menghasilkan karya yang terbaik dari mereka, bisa diambil contoh salah satu peserta bernama Sabaha (10th) dari Depok. Dia sangat antusias dan bermental baja untuk besaing dengan lawan yang bukan sekelas dia, dengan kepercayaan diri dan semangatnya ini dia mampu menyelesaikan hasil karyanya dengan cepat dan rapih." Ujar Hilmi, panitia penanggung jawab lomba kaligrafi.


Peserta dari UNJ (Universitas Negeri Jakarta) turut memperlihatkan rasa antusias mereka dalam perlombaan ini karena untuk pertama kalinya mereka mendapat kesempatan untuk mengikuti perlombaan kaligrafi pada acara FITZ.
"Saya sendiri sudah sering mengikuti lomba kaligrafi diberbagai tempat, tapi untuk di FITZ ini sendiri saya baru pertama kalinya ikut. Jujur saja saya sedikit gugup melihat hasil karya peserta lain yang sangat keren. Jika ada lomba kaligrafi diacara FITZ tahun depan saya akan ikut lagi. Ujar Maul-Mahasiswi semester dua UNJ.

"Saya sendiri sudah sering mengikuti perlombaan kaligrafi, tapi kalo di FITZ ini sendiri dua tahun lalu saya pernah mengikutinya. Saya senang mengikuti kaligrafi ini karena menambah wawasan untuk lebih percaya diri lagi dalam membuat kaligrafi". Ujar Muhammad Irham, salah satu perserta lomba kaligrafi asal Lemka Sukabumi.

Salah satu harapan dari panitia kaligrafi untuk para peserta adalah semoga para peserta bisa istiqomah dalam mempertahankan seni islam ini, karena sekarang adalah era digital yang lebih banyak menggunakan media visual.

Kaligrafi ini merupakan salah satu seni dalam islam yang harus terus dilestarikan keberadaannya, karena didalamnya terdapat nilai-nilai keindahan dan pesan-pesan yang dapat tersampaikan dengan baik kepada seluruh umat islam.
Islam itu indah dan mencintai keindahan, Semoga para seniman kaligrafi muda ini bisa terus mengembangakan bakatnya demi mensyiarkan dakwah islam selanjutnya.

Red : Tim Pers Syiar LDK Al-Iqtishod

Antusiasme Partisipan Lomba Marawis di Hari Pertama FITZ 2018



Salah Satu grup peserta yang tengah tampil

Aliqtishod.com—Perhelatan akbar Festival Islam Tazkia yang telah resmi dibuka secara resmi pada hari ini (Jum’at/27/04/18) oleh Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia membuka berbagai jenis lomba. Kesempatan ini diambil oleh para peserta yang mendaftar dengan baik, dengan hadirnya peserta yang mengikuti lomba Marawis.

Marawis sendiri diadakan betujuan untuk menjadi wadah peserta mengekspresikan diri dalam seni tarik suara khas Islam, lantunan nada yang indah disertai lirik berisi pujian keada Allah SWT berikut dengan ciri khasnya yaitu diiringi instrumen perkusi sebagai alat musik utamanya.

Antusisas dari peserta pun cukup baik terlihat dari jumlah partisipan yang turut mendaftar berkompetisi dalam lomba Marawis yaitu berjumlah 12 grup. Yang nantinya per grup ini akan dinilai dari yang pertama adalah; seberapa kompaknya kerja tim dalam latihan yang terlihat dari hasil mereka saat perform, kedua; kedisiplinan mereka selama berpartisipasi dalam lomba, ketiga; kemampuan dan kekuatan vocal mereka selama perform, keempat; ritmenya, yang terakhir tak kalah penting adalah menurut variasi pukulannya. Dengan peraturan durasi waktu perform maksimal selama 10 menit.

Bagi grup yang mendapatkan penilaian terbaik disetiap kategori akan mendapatkan peringkat juara 1 dan 2 dengan hadiah yang istimewa telah menanti mereka.

Red : Tim Pers Syiar LDK Al-Iqtishod

Puluhan Siswa Ikuti Lomba MHQ di Festival Islam Tazkia 2018


aliqtishod.com - Sentul: Sebanyak 56 Siswa mengikuti MHQ dalam acara Festival Islam Tazkia yang diselenggarakan oleh LDK Al-Iqtishod kampus Islam Tazkia, Bogor Jawa Barat. (Jum'at, 27/4/2018)

Kegiatan lomba MHQ ini diselenggarakan untuk memberikan semangat kepada para penuntut ilmu untuk memperdalam ilmu ke islamannya, juga merupakan salah satu kegiatan lomba yang menguji sejauh mana kefasihan membaca Al-qur'an dan kelancaran dalam hafalan.

Dalam lomba MHQ ini sendiri terbagi menjadi beberapa kategori lomba: 1) Kategori MHQ 1 juz 2) Kategori MHQ 3 juz dan 3) Kategori MHQ 30 juz. yang dimana dari masing-masing kategori lomba tersebut memiliki kriteria diantaranya bacaan tersebut harus memiliki nilai ilmu tajwid, kelancaran dalam membaca, percaya diri serta penampilan. Hadiah berupa sejumlah uang jutaan rupiah telah dipersiapkan untuk para juara kategori 3 juz dan 1 juz, dan hadiah berupa beasiswa serta sejumlah uang untuk para juara kategori 30 juz.
Lantunan ayat al-quran yang indah ini terus menggema di sekitar lingkungan Tazkia pada hari ini. Semoga Allah tambah lagi para hafidz dan hafidzah yang lahir dari tangan para peserta MHQ, karena mereka lah yang nantinya akan meneruskan perjuangan dakwah qur'an ini.

Kali Ketiga Perhelatan Akbar Festival Islam Tazkia, di Mulai!

aliqtishod.com – Sentul Ciity, Bogor. Menginjak tahun ketiga helatan akbar Festival Islam Tazkia sebagai agenda tahunan Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia di gelar. mulai hari ini, Mengusung tema Satukan Suara Tauhid dalam Ukhuwah Islamiyah, kegiatan yang berlangsung selama 3 hari kedepan diisi dengan berbagai kegiatan islami serta menjadi media seruan dakwah bagi masyarakat. 

Berkesempatan hadir di acara pembukaan, Ketua STEI Tazkia Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc menuturkan bahwa Festival Islam Tazkia ini merupakan salah satu bentuk dakwah yang disuarakan sivitas Tazkia khususnya Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod melalui berbagai jenis kegiatan seperti perlombaan, tabligh akbar dan konser suara kemanusiaan di puncak kegiatan.

Lomba-lomba yang diadakan yakni, MTQ, MHQ, Lomba Marawis, Lomba Poster Islami, Lomba Video Dakwah Kreatif, Musikalisasi Puisi dan Da'i. Tercatat sebanyak 400  peserta dari berbagai kategori dan daerah menjadi bagian dari kegiatan syiar dakwah ini.

"Alhamdulillah persiapan panitia sudah sangat maksimal sejak beberapa bulan ke belakang, berbagai pihak juga Alhamdulillah mengapresiasi kegiatan kami melaui media partner dan sponshorship" tutur Akhina Tangkas Afiq selaku Ketua Panitia Festival Islam Tazkia FITZ 2018.

Seperti yang telah dikatakan, sponsor yang turut menyukseskan gelaran FITZ 2018 ini diantaranya PT. Sosro, PT. HPAI, Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid, Wardah Cosmetics, Keripik Sorgap, Graha Private Indonesia dan masih banyak lainnya.
Adapun untuk menambah publikasi yang lebih massive, FITZ 2018 menggandeng beberapa media partner seperti, Chanel Muslim, FSLDK Pribar, Muslimah Daily, Andalusia Media, Noor Live, Share Event dan Event Journal.

Ditemui di kegiatan pembukaan yang berlokasi di Hall Lt. 3 Kampus STEI Tazkia, Ketua Panitia FITZ 2018 juga menambahkan info mengenai kegiatan puncak yang akan di gelar esok lusa. "Kita akan menghadirkan Ust. Haikal Hassan dalam Tabligh Akbar di acara puncak nanti dan menggandeng Sadaqa untuk konser kemanusiaannya." pungkasnya.


Red: Tim Pers Syiar LDK Al-Iqtishod

FESTIVAL ISLAM TAZKIA 2018

#PRESS RELEASE LBT 2 : Realisasi Makna Ukhuwah

Bissmillah...
Jiwa militansi harus dihadirkan dalam setiap diri muslim dan muslimah, tak hanya ditanamkan melainkan harus terus dilatih demi dapat menjadi muslim dan muslimah yang kuat sehingga akan senantiasa siap saat menghadapi musuh Islam, karena Rasulullah dan para sahabat yang rela berperang dijalan Allah untuk melawan kafir baiknya dijadikan motivasi bagi umatnya agar dapat membangun pertahanan diri yang kuat tak hanya jasmani namun juga mental.


Maka dari itu LDK Al-Iqtishod untuk kesekian kalinya mengadakan Leader Basic Training II yang biasa disebut LBT II, LBT II ini merupakan salah satu alur kaderisasi yang harus diikuti oleh seluruh kader baru LDK Al-Iqtishod. Pada kesempatan kali ini LBT II diselenggarakan tanggal 2-4 Maret 2018 yang berlokasi di Pasir Luhur, Desa Pamijahan – Bogor. Yang mengusung tema Pemuda Bertakwa, Penuh Karya, Menyongsong Peradaban Islam yang Mulia”.


Para kader baru pun harus melaksanakan serangkaian kegiatan utama seperti; 
  •  Mentoring yang mana membagi para kader menjadi beberapa kelompok kemudian dibimbing oleh satu mentor setiap kelompok lalu kader akan menyetor hafalan ayat Al-Qur’an dan Hadist.
  • Materi, disini para kader disuguhi pembelajaran dan wawasan mengenai petualangan mendaki, leadership dan ke LDKan serta cara berdikusi yang baik dari para pembicara yang diundang oleh pengurus LDK Al-Iqtishod, yaitu bersama Fahmi Alhadi yang juga selaku ketua BEM STEI Tazkia periode 2016-2017, Dea Rizqi Nugraha selaku ketua Haihata STEI Tazkia, dan yang terakhir adalah pembicara dari alumnus IPB  Muhammad Indarwan Kadarisman yang pernah menjabat menjadi ketua BEM di Institut Pertanian Bogor.
  • Jurit Malam, kader dibangunkan tengah malam dan diarahkan untuk pergi ke Pos yang telah disediakan, masing-masing kader di setiap Posnya diajukan pertanyaan yang condong kepada evaluasi kepada diri sendiri dan juga LDK Al-Iqishod, juga mengenai kontribusi apa yang sudah dicapai di LDK. 

Selain kegiatan utama, kegiatan pendukung lainnya juga dihadirkan seperti Orasi dari setiap kader di depan para pengurus dan kader lainnya yang dapat menjadi bekal mereka untuk berdakwah di tengah masyarakat nantinya. Dan juga tracking ke Curug Saderi, dengan kondisi Track yang sukar untuk dilewati seperti jalan yang licin juga terjal berupa tanjakan maupun turunan menjadi tantangan tersendiri sekaligus melatih kekuatan jasmani para kader, pemandangan Curug Saderi yang indah pun  menjadi obat penghilang lelah dan rasa syukur para kader dan pengurus setelah melewati berbagai rintangan dalam perjalanan.
Hikmah dari diadakannya tracking ini adalah bahwa untuk mencapai suatu keinginan dan kemenangan dalam dunia dakwah tidaklah mudah, diperlukan perjuangan dan kesabaran dalam menghadapinya. Kader dakwah tidak boleh lemah dengan segala macam terpaan angin dan cobaan, karena sejatinya beginilah dakwah pahit diawal namun kita akan merasakan manisnya iman diakhir nanti.

Serangkaian kegiatan yang beraneka ragam tersebut pun ditutup pertanda kegiatan LBT II telah usai dengan lancar, diharapkan berakhirnya LBT II tahun ini tidak melunturkan kesan dan tetap menjadi pacuan kader untuk terus berdakwah dijalan Allah SWT dan mempertahankan diri untuk terus menjadi Muslim dan muslimah yang tangguh, bertakwa dan penuh karya.

Divisi Syiar Creative LDK Al-Iqtishod STEI Tazkia