Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

HouseWife Financial Planning

Be a Success Woman with Financial Woman

*Menyapa seluruh sahabat , tanpa membedakan ras, suku, bangsa dan gender (jiah..bahasanyaa),
Assalamu’alaikum wr.wb, (di jawab donnk!)
Dua kali lagi deh,,
Assalamu’alaikum wr.wb 2x (ok, good job everyone)
First of all, admin mohon maaf atas telatnya publikasi notulensi hasil seminar keputrian Hari Minggu tanggal 28 November kemarin, yang sudah di tunggu para akhwat single, semi-single, maupun yang udah merid. Berlaku juga untuk para ikhwan. Ilmu tidak membedakan gender, ya toh!?

Oke, silahkan dinikmati selagi hangat,, (asap masih ngebul-ngebul *ceritanya nih)
Materi Seminar di bawakan oleh Bu Elsa Febiola Aryanti *Pakar Keuangan Rumah Tangga yang saat ini sedang studi juga di Universitas Paramadina, dan di operatori oleh notulis (ih, siapa? Ga penting..)
     Menarik jika dimulai dari fakta bahwa Potensial Market di Negara manapun tidak lain, dan tidak bukan (Berarti IYA). Benar sekali!Tebakan jitu! Wanita adalah sasaran alias target para marketer untuk menjajakan produknya. (eh,,kok malah nyengir? Ngerasa? Ya..ya saya juga..kemaren kan ceritanya tehh ..*ups curhat deh) Itu sebabnya, seminar ini yang bertemakan “Financial Planning” menjadi penting buat para wanita tentunya (yang pria tetap boleh nyimak). Karena kita di kepung dari seluruh penjuru mata angin. Media cetak, televisi, radio, baliho-baliho, maupun sales face to face (bukan door to door, karena bukan lagi dari pintu ke pintu, tapi di kampus, di kereta, di angkot, dimana-mana mereka ada). Semua jenis marketer ini menjadi makhluk paling GOMBAL  yang merayu kita dengan segala cara untuk, at least membayar sedikit-banyak untuk produk yang mereka tawarkan. SETUJU?!? (capek baca prolognya? Let’s start to the point, kali ini SERIUS!), jangan lupa lurusin niat, dan baca basmalah. Biar Ilmunya makin berkah.. ><
     Pengetahuan tentang uang, tidak didapat dengan otomatis. Baik mendapatkan dan kemudian menghabiskannya, kedua pengetahuan ini kita dapat dalam berbagai cara, antara lain:
-          Pengalaman
-          Pendidikan
-          Lingkungan
-          Pola Asuh
Keempat hal ini nantinya akan mempengaruhi bagaimana perilaku kita dalam pengelolaan uang.
“Keinginan tidak terbatas oleh karena itu kita harus mengetahui batas keinginan yang dapat dipenuhi, dan menetapkan prioritas dalam pengelolaan uang” (ngantuk nih,, tidur dulu boleh gak? Ehh,, jangan..lanjut dulu, menarik nih buat para calon ibu dan calon ayah)
Fakta 1 : 24 jam waktu yang tersedia. Kurang lebih 12 jam digunakan untuk bekerja-berusaha (Ayah dan Ibu). Waktu yang sama anak-anak sekolah. Pulang ke rumah, badan-pikiran letih. Makan malam bersama, obrolan ringan. Dan pembicaraan khusus mengenai Keuangan, TARAA!! Nihil.
Fakta 2 : Uang = Waktu. Wanita karir maupun pengusaha umumnya waktunya sudah tersita penuh untuk urusan mereka, kelebihannya sudah menghasilkan uang. Mahasiswa = Umumnya masih nodong ortu masalah keuangan. Tetapi punya satu kemewahan yang akan sangat bermanfaat ketika nantinya menjadi wanita karir maupun pengusaha.
APA ITU? Waktu?! Ya, bahkan uangpun tidak dapat memutarbalik sang waktu. Oleh karena itu menurut Bu Elsa usia mahasiswa 18 s/d 20 tahunan adalah waktu emas dalam perencanaan keuangan. (so, we aren’t late for having this seminar right now, even for career woman, there are no words “too late” for knowledge, right,right?!? J)
Nah, disini juga Waktu berperan besar buat kita para wanita, persiapan sebelum menjadi seorang istri (yang ntar sibuk ngurusin suami dan keluarga), menjadi seorang ibu (yang sibuk ngurusin anak 24 jam), menjadi seorang aktivis dakwah (yang sibuk ngurusin ummat) Kebayang kan betapa sempitnya waktu kita NANTINYA? Before the time has coming,kita perlu merencanakan bagaimana mengelola keuangan yang tepat. Dan bagaimana nantinya cara mendidik anak dalam memperlakukan uang.
Bekal yang perlu disiapkan untuk Perencanaan Keuangan adalah satu Hal. Cerdas! Kita mengenal 3 kecerdasan.
IQ, EQ, dan SQ. udah pada tau ya kepanjangannya? Tapi ada satu kecerdasan lagi, yaitu FQ alias Financial Quest.
Begitu banyak pilihan-pilihan investasi  yang terbuka, misal: sukuk, deposito, deelel. Kemudian produk-produk yang beragam yang spesifikasinya beda-beda tipis, begitu juga dengan harganya. Untuk memutuskan mana yang kita pilih, maka kita membutuhkan Kecerdasan dalam pengelolaan keuangannya, serta ketepatan dalam pengambilan keputusan. (ffuhh, tarik nafas dulu..)
Itu tadi tentang beragam kecerdasan dan kenapa kita harus cerdas. Terus apa sih Basic Perencanaan Keuangan?!?!
MENABUNG! Yap itu dia.
Masih ingat gak, waktu SD ada mata pelajaran yang mengajarkan tentang menabung? Terus ada lagunya juga kan, TRIO Kwek Kwek? Tapi ketika SMP dan SMA. Blas! Tidak ada lagi mata pelajaran yang menyinggung tentang masalah menabung? Benar gak? Tolong dikoreksi kalo salah. (Udah ga update soalnya :hammer)
Nah, karena hal ini lah peran wanita dalam keluarga sangat strategis untuk mengajarkan keuangan kepada keluarganya. Berikutnya, adalah bagaimana kebiasaan menabung yang kita jalani? MENABUNG SISA pengeluaran/MENABUNG AWAL  penghasilan (*coret yang tidak perlu). Sahabat bisa dari golongan mana saja. Bisa jadi pertama, maupun yang kedua. Tapi, fakta membuktikan MENABUNG SISA pengeluaran 90% tidak bekerja. Ga percaya? Tanyakan pada diri masing-masing! Jadi, Pesan Pemateri kepada teman-teman, UBAHLAH KEBIASAAN MENABUNG! LETAKKAN IA MENJADI SEBELUM PENGELUARAN. Kemudian apalagi?
COBALAH UNTUK HIDUP DI BAWAH KEMAMPUAN FINANSIAL. CATAT! DI BAWAH, BUKAN PAS DENGAN KEMAMPUAN FINANSIAL. Bagi yang sudah terlanjur gali-lobang-tutup-lobang. Alias banyak utang. Tenang! Sebelum melangkah ke jenjang Istri, kemudian ibu. Bagi mahasiswi yang belum menduduki dua JABATAN MULIA ini dan masih TERLILIT HUTANG! (*silahkan hubungi nomor di bawah ini (DANA CEPAT CAIR), yee, malah datang berbondong-bondong). Bukan dong,, solusi dari Bu Elsa adalah rencanakan keuangan anda Konsumsi 50%, cicilan utang (max)30%, dan tabungan (dunia-akhirat) 20%. (catt: konsumsi boleh dikurangi dan ditambah buat tabungan akhirat, khususnya para pejuang dakwah,,tapi tetap jangan lupa jaga kesehatan..*kata notulis) rasio cicilan utang dikurangi secara berkala. Mumpung skalanya masih kecil (buat kebutuhan sehari-hari *mostly karena kirimannya telat)
KEMUDIAN, PAHAMI PRODUK DAN JASA KEUANGAN.
Fakta lain berikutnya nih : ketika obligasi ritel Negara tahap pertama dikeluarkan, notabene pembelinya adalah laki-laki. Namun pada tahap kedua notabene pembelinya adalah perempuan. Wallahu’alam apa penyebabnya. Tapi ada dua asumsi atas hal ini. 1. Karena memang dipromosikan pada wanita, atau 2. Karena pengetahuan yang update oleh para wanita tentang keuangan. Pasalnya karena pembeli obligasi ini adalah  Ibu-ibu IRT berusia 21-45 tahun.
Kemudian, hal lain yang erat kaitannya dengan syariah adalah sebagai calon suami hendaknya selalu menjaga penghasilan dari yang haram. Pastikan harta itu didapatkan dari sumber yang halal. Dan seorang calon istri wajiblah menanyakan sumber penghasilan suami yang sudah lewat dari batas normal dari yang biasa didapatkan. Karena ada satu gumpalan daging di dalam tubuh kita yang salah satu cara menjaganya adalah melalu penghasilan yang halal. “Jika baik Gumpalan daging itu, maka baik pula anggota tubuh lainnya.” A.k.a our heart.
Ada banyak hal yang disampaikan pemateri, namun tentunya terbatas kemampuan untuk merangkum semuanya. Akhirul kalam WAHAI WANITA, Jangan mau jadi target PEMASARAN. Jadikanlah PEMASARAN sebagai info. Dan cerdaslah dalam prioritas pengelolaan Keuangan.  Dan, Jika kita dapat menjaga sumber penghasilan dari yang haram, maka pastikan pengeluarannya juga bermanfaat dan tidak sia-sia. Selamat Merencanakan.
Ditutup dengan sebuah pepatah, “Gagal Merencanakan = Merencanakan Kegagalan”
Naudzubillah min zaalik. Semoga sukses dalam merencanakan, Sahabat!

Feel free to comment!



0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.