Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

Kecewa : Bagian dari rasa cinta

Ini tentang kekecewaan. Anak terhadap orang tua. Orang tua terhadap anak. Guru terhadap murid. Murid terhadap guru. Sesama teman, pasangan suami istri. Negara sedang berkembang terhadap Negara maju. Masyarakat terhadap pemimpinnya. Pemimpin terhadap masyarakatnya. Dan ya, mungkin pengurus/anggota terhadap organisasi yang menaunginya. Ah ya, LDK. Bagaimana dengan LDK, pemimpin kecewa dengan anggotanya, anggota kecewa dengan pemimpinnya. Hal ini kerap terjadi dalam lingkaran sebuah hubungan, sebuah organisasi. (belum apa-apa kok sudah pesimis, ngomongin masalah kecewa?)
Sebelumnya, bagaimana perasaan kecewa muncul? Karena harapan tidak sesuai kenyataan. Semakin jauh harapan dari kenyataan semakin besar hal ini berdampak terhadap rasa kecewa. Tapi sayangnya, dimana-mana kita akan menemukan makhluk yang bernama “kecewa”. Tidak pandang tempat, sejauh apapun kita menghindari rasa kecewa. lambat laun ia akan segera hadir.
Jangankan terhadap orang lain maupun organisasi dalam hal ini, Lembaga Dakwah Kampus, bahkan terhadap diri sendiri pun kita sering merasa kecewa. Contoh kecil, “ah, mengapa saya begini, harusnya kan saya begitu?” nah lho?
Hal yang sering terjadi sebagai tumpukan rasa kecewa tadi seringkali berakhir dengan menghukum diri sendiri, murung dan putus asa. berhenti  mencoba. Bagaimana jika kecewa dengan suatu organisasi? Ya keluar dan mencari organisasi lain yang di anggap dapat mengobati rasa kecewa. Atau untuk mahasiswa/I memilih jadi kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang) bisa juga kunang-kunang (kuliah-senang.senang, kuliah-senang.senang) :maksa deh
Tapi tunggu, adalah hak individu untuk masuk dan keluar sebuah organisasi, tak ada yang boleh meng-intervensi hajat individu. Namun jika hal itu teman-teman lakukan akankah teman-teman terhindar dari rasa kecewa. Bagaimana kalau saya menjamin tidak? Setiap organisasi bahkan sebuah organisasi yang di dalamnya berkumpul orang-orang yang kecewa dan berjanji tidak akan saling mengecewakan pun kelak akan mengecewakan anggotanya. Absolutely!
Dengan banyak kepala sebuah organisasi tidak akan dapat mengakomodir seluruh aspirasi maupun keinginan para anggotanya. Teringat seorang dosen berkata : “Kebijaksanaan pemerintah, padanan kata yang indah. Namun itu adalah istilah halus dari 30%  penduduk terzholimi dan 70% penduduk terselamatkan. Itupun jika persenan ini memang tepat begitu praktiknya.Bagaimana jika terbalik? Wallahu ‘alam.”
Intinya, Setan kecewa sama Allah karena di suruh bersujud pada Adam yang tercipta dari tanah, sedangkan Setan tercipta dari Api. Supporter timnas yang kecewa kepada jagoannya. Dan tentunya pemain timnas yang kecewa terhadap supporter dan media. Ini bukan masalah benar atau salah. Yang namanya makhluk pasti memiliki rasa kecewa. Inilah fakta sebenarnya yang harus kita pahami bersama.
          Tapi teman, tahukah? Bahwa kecewa itu wujud rasa cinta? Anggaplah begitu. Saya anggap motivasi teman-teman semua  bergabung di LDK pasti karena teman-teman sangatlah mencintai dakwah, gregetan melihat kondisi medan dakwah di kampus. kalau ternyata bukan, silahkan LURUSKAN NIAT dahulu, baru teman-teman boleh lanjutkan kecewa. Sampe mana tadi??
          OK! Kecewa sebagai wujud rasa cinta! Loh kok? Idealnya kita mencintai dahulu atau minimal mengenal dan tertarik barulah muncul harapan. Bukan berharap dulu baru tertarik? Benar gak sih logika saya? Lanjut dulu lah, ntar aja kalau mau protes.
          Nah ketika masuk ternyata harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Biasanya sih masalahnya seperti ini,
1.   1. Wah, ketuanya kok asik sendiri?
2.    2. Yah, teman sedivisi saya gak oke ah, gak nyambung nih.
3.    3.Loh? Apa-apaan nih? Strukturnya masih berantakan?
4.    4.Arahan kerjanya kok gak jelas
5.    5.Rapatnya sore banget!! L
6.    6.Payah nih, gak komitmen. Akhirnya yang kerja dia lagi-dia lagi
7.    7. Dan lain-lain, silahkan di tambah sendiri daftarnya. Data di atas hanya rekaan loh, mohon maaf  kalau ada kesamaan, ya tinggal di koreksi aja J :peace
Ah, ternyata memang kecewa itu ada dimana-mana. Kita kecewa sama bapak-bapak di DPR yang tingkahnya malahan jauh lebih baik adik kita yang usia TK. Kecewa sama kebijakan kampus yang kurang transparan mengenai masalah keuangan, misalnya. Ya, karena kita cinta, kita peduli dan kita berharap. Makanya muncul rasa kecewa. Tapi sakit. Saya bosan dikecewakan. Saya berhenti peduli. Aku berhenti berharap. Dan menunggu datang gelap. Hingga nanti suatu saat tak ada cinta ku dapat *kaya lagunya SO7.
.        Jangan berhenti teman, jangan berhenti berharap. Lihat kan penggalan liriknya. Tak ada harap -> Tak ada kecewa -> Tak ada cinta. Jadi jangan berhenti berharap bahwa suatu saat LDK di kampus kita akan maju dan dapat memberi warna baru yang positif bagi kampus dan masyarakat luas. Jangan berhenti berharap, karena dari sinilah, dari perjuangan yang kecil ini akan melahirkan bibit-bibit berkualitas super yang akan terjun langsung ke masyarakat. Yang akan menjadi pasir pondasi bangunan Islam yang menjulang kokoh mencapai langit. Jangan berhenti berharap, karena Harapan itu yang akan melecutkan semangat kita. Jangan takut kecewa, karena kecewa itulah yang membuat kita kritis dalam menggali ide-ide baru untuk kemajuan peradaban. Terus Pupuk harapan dan wujudkan!
          Ah, ada yang terlupa. Satu lagi, Berusahalah tidak menjadi sesuatu/ seseorang yang mengecewakan itu. Karena, akan lebih mudah jika kita mengubah diri sendiri sesuai apa yang kita inginkan ada pada orang lain. Daripada mengubah orang lain sesuai dengan keinginan kita, ya toh?! Sok atuh, di lanjut lagi berharapnya… J

Sentul, 29 Desember 2010
Inspired and edited  : catatan di blog Cahyadi Kurniawan , ga sempat nyalin URLnya..




0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.