Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

4 Perkara Yang Mesti Dihindari

Do'a yang di Ajarkan Rasulullah SAW sebagai antisipasi menuju kebaikan 
Oleh Muhammad Isa bin Mustafa Ramli M. Gani,
Bachelor of Islamic Revealed Knowledge and Heritage in Fiqh Wa Usul Fiqh (Hons)
Master of Islamic Economics
Head of Tazkia Language Centre

Islam merupakan agama rahmatan lil'alamin. Setiap Muslim tidak terlepas dari hubungan partikel kepada Sang Pencipta seluruh jagad alam, Allah SWT. Ketika seorang Muslim menyadari segala usaha yang dia lakukan tidak lain ada korelasi yang sangat kuat dengan peranan do'a sebagai penyerta menuju kesuksesan dan kebahagiaan, tidak hanya ukuran di dunia saja, namun sampai di akhirat kelak. Maka kesadaran bahwa peranan do'a sangatlah penting sebagai senjata bagi setiap muslim, “ad-du'a silahul mum'miniin”,. Baginda Rasulullah SAW sebagai khatimul Anbiya wa Rasul, telah memberikan uswatun hasanah kepada pengikutnya, dengan mengajarkan do'a sebagai sarana bagaimana makhluq Allah berdialog langsung serta memohon petunjuk menuju arahan dan tuntunan ke shiratol mustaqim yang telah di tentukan Allah SWT. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Rasulullah SAW mengajarkan ada 4 perkara yang mesti di mohonkan kepada Allah SWT:
“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari 'Ilmu yang tidak bermanfa'at, Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hawa nafsu yang tidak pernah puas, Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak pernah khusyu', Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari do'a yang tidak di ijabah oleh Mu”.

Ilmu yang tidak Bermanfa'at
Ilmu merupakan sebagai software bagi setiap orang di muka bumi ini, ketika manusia melakukan segala hal yang bersifat menjalani kehidupan sehari-hari mestilah menggunakan ilmu sesuai dengan kegiatan yang diaplikasikan. Bahkan perkembangan teknologi dan keilmuaan telah menjadikan manusia berlomba-lomba meraihnya, karena keterbelakangan ilmu akan menjadikan seorang tersebut tertinggal bahkan terekebelakang. Maka dalam kehidupan tidak hanya di dunia ternyata di akhirat juga wasilahnya memerluka ilmu, baik ilmu umum maupun ilmu syari'ah yang telah di ajarkan Rasulullah SAW, oleh karena itu “barang siapa yang menginginkan kehidupan dunia nya maka mestilah dengan ilmu, begitu pula baranga siapa yang menginginkan akhirat mestilah dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya mestilah dengan 'ilmu”. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana ilmu itu bisa menjadi tidak bermanfa'at dalam seluruh kehidupan bahkan membawa seseorang jauh dari Tuhan nya, padalah jelas orang yang ber'ilmu merupakan orang yang mengerti segala tatanan aturan kehidupan dan syara' dari Allah SWT.

Marilah kita melihat beberapa contoh sebuah gambaran ketika ilmu itu dikatakan tidak mendatangkan manfa'at kepada ahlinya. Ada seorang yang menyandang predikat lulusan Sarjana, bahkan sampai tingkatan Master dan Doktor dengan kepiawaian ilmu yang disandang, namun apa yang terjadi apa? segala sesuatu apabila tidak semata-mata hanya mencari keredo'an Allah SWT, maka menjadi sia-sia bahkan dapat menumbuhkan sifat seperti “riya, 'ujub serta tafakkhur 'ala nafsih”. Sifat ini terus-menerus menumpuk dan mengotori hati yang tadinya suci, lambat laun akan sirna cahayanya, dapat di anologikan seperti pepatah Arab dikatakan ; “ inni roaytu wuquufa l-maa in saala thooba wa in lam yajri lam yathib”, sesungguhnya aku melihat genangan air, anadaikata air tersebut mengalir maka akan mendatangkan kebaikan, sebalikanya apabila air tersebut tidak mengalir maka akan menjadikan mala petaka. Oleh karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan do'a agar setia civitas akademik sekiranya selalu memohon do'a agar ilmu yang disandang selalu mendatangkan berkah dan manfa'at, bukan menjadi senjata untuk kesombangan serta keangkuhan, sampai-sampai menggunakan ilmu agar dapat menipu orang, memanipulasi kebenaran dengan kebathilan, menindas orang-orang yang bodoh, bebuat licit dengan kepiawaian ilmunya, bahkan seperti yang kita amati dikalangan masyarakan ada sosok yang mengerti ilmu agama, tetapi kandas hanya dengan sesuatu yang kecil “liyasytaru bihi tsamanan qoliila”, keilmuanya sirna tidak bercahaya dengan perangai dan tindak tanduk bagaikan sosok yang tidak mengerti ilmu agama. Hal ini lah yang ditakutkan oleh baginda Rasulullah SAW atas umatnya kelak, oleh karena itu ajaran yang di berikan Rasulullah SAW, agar senantiasa memohon kepada Allah dijauhkan dari ilmu yang tidak bermanfa'at. Ilmu adalah cahaya, ilmu tidak akan di limpahkan hidayahnya kepada orang yang berbuat maksiat.

Hawa Nafsu yang tidak Pernah Puas
Nafsu dibagi menjadi 3 ; nafs lawwamah, nafs ammarah dan nafs muthmainnah. Ketika penciptaan nafsu, ditanya nafsu, siapa engkau, nafsu menjawab, aku ya aku dan Engkau ya Allah ya Engkau, sampai berulang tiga kali dan akhirnya langsung dijerumuskan kedalam neraka. Kenapa nafsu selalu tidak pernah puas?

Setiap manusia, apabila dihadapkan dengan segala keni'matan dunia ini selalu merasa tidak pernah puas. Kepuasan yang diperoleh selalu merasa kurang dan kurang, padahal kalau diukur dengan beberapa theory Economi tingkat kepuasan itu sudah dikatakan sampai apabila sudah terpenuhi keinginan. Tetapi pada kenyataan, ketika seorang mendapatkan apa yang diinginkan ada godaan yang membuat hati selalu tidak puas, godaan ini merupakan waswas syayathin membisikkan kepadanya agar apa yang diperoleh tidak menjadi berkah dan jauh dari Allah SWT. Oleh karena itu, tidak ada perisai yang dapat menebas waswas syayathin kecuali dengan bermunajad dan berdo'a kepada Allah SWT memohon bimbingan dari nafsu yang tidak pernah puas dari segala kebandaan di dunia, padahal kebendaan tersebut hanyalah bersifat sementara. Kita dapat lihat, ada salah satu institusi perbankang yang mana seorang menager dapat menyalah gunakan amanat dan wewenang yang telah dilimpahkan, padahal gajih serta segala keperluan sudah diperoleh bahkan lebih dari pada cukup, tetapi apa yang terjadi, uang para nasabah pun raib disalah gunakan, kemana moral seorang petinggi perbankan tersebut, semuanya akan lenyap dengan kemegahan dan gemerlapan dunia.

Bahkan tidak hanya kebendaan, jabatan yang diinginkan selalu ingin lebih tinggi dari orang lain, ingin lebih dikatakan perkasa memiliki kekuasaan dimana-mana, padahal kekuasaan hanyalah milik Allah SWT. Dan yang paling parah lagi, keinginan dengan lawan jenis. Keinginan ini secara naluri kemanusiaan adalah sesuatu yang normal, namun apa yang terjadi? Dimana-mana terjadi perselingkuhan, hubungan intim secara diam-diam dilakukan, padahal ada yang menyaksikan langsung ; Allah SWT dan para Malaikat pencatat 'amal kebaikan dan keburukan.

Seperti do'a yang diajarkan Rasulullah SAW, nafsu itu akan membawa manusia ke pada sesuatu yang mudhorat apabila tidak meminta bimbingan kepada Sang Pencipta Nafs. Bahaya nafsu apabila sudah berbicara akal sehat pun akan hilang. Sekali lagi oleh karena itu Baginda Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya agar berdo'a dari nafsu yang tidak pernah puas.

Hati yang tidak Khusyu'
Khusyu' dalam 'ibadah adalah salah satu tujuan dari pada ibadah tersebut untuk mendapatkan keredho'an dari Allah SWT. Ketika seorang Muslim melaksanakan sholat lima waktu mestilah dilakukan dengan sekhusyu' mungkin. Hanya waktu 5 menit bahkan kurang kekhusyu'an kita ketika melaksanakan sholat jauh sekali dibandingkan apabila kita menyaksikan beberapa tontonan acara dalam televisi. Dapat dilihat ketika pertandingan piala dunia hadir, 2 jam bahkan semalam suntuk rela untuk tidak tidar dan dengan khusyu' nya menyaksikan pertandingan tersebut. Naudzubillah, coba kita cerna, kekhusyu'an 5 menit saja dapat dikalahkan dengan 2 jam atau semalam suntuk. Bagaimana seorang Muslim dapat meraih kemenangan serta menjadi contoh bagi masyarakat apabila kekhusyu'an ketika bertaqarrub kepada Allah SWT sulit dilaksanakan, limadza taakhara l-muslimun wa taqaddama goirahum, kenapa orang Muslim terkebelakang sedangkan mereka lainya menjadi terdepan dan maju. Ini lah yang dikhawatirkan baginda Rasulullah SAW kepada umatnya, oleh karena itu, Rasulullah mengajarkan do'a agar senantiasa diikuti oleh para umat muslim. Karena kekhusyu'an itu tidaklah mudah, bagaimana agar menjadi mudah tidak lain dengan cara memohon berdo'a kepada Allah SWT agar hati kita semua selalu khusyu' ketika melaksanakan segala aktivitas ibadah.

Do'a yang tidak di Ijabah
Rasa takut selalu bersemayam disetiap Muslim apabila mendengar kalimat do'a yang tidak di ijabah Allah SWT. Kenapa do'a tersebut tidak didengar oleh Allah SWT, padahal Allah sudah memberikan statement dengan jelas didalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah 186 ; “Apabila hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang hal-Ku, maka sesungguhnya Aku hampir, Aku perkenankan do'a orang yang meminta, bila ia meminta kepada-Ku, tetapi hendaklah ia mengikuti perintah-Ku; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk”. Dalam ayat ini menjelaskan betapa murahnya Allah SWT kepada seluruh umat, khususnya umat Muslimin, mereka disuruh memohon dan meminta apabila ada keingian dalam segala hal, karena pasti diperkenankan-Nya, namun ketika do'a itu dikabulkan ada beberapa hal yang mesti di perhatikan, yaitu; hendaklah seluruh umat Muslim mengikuti segala perintah-Ku kata Allah, serta selalu bertaqwa dimanapun berada, dengan ketaqwaan dan keimanan serta ta'at kepada larangan dan menjalankan kepada perintah-Nya mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk, ini sudah janji Allah SWT.

Tetapi fenomena yang terjadi disekitar kita, banyak yang tidak melihat bahwa penyebab do'a yang tidak dikabulkan terkadang hanya melihat dari satu titik, dimana prilaku baik dalam ber'ibadah maupun dalam mu'malah tidak diperhatikan sedetail mungkin. Ditinjau dari segi permasalah mu'amalah, berapa banyak orang yang terjebak dengan perbuatan riba, bahkan mereka hanya memahami faham kapitalis, selalu meraih keuntungan dengan jalan yang tidak halal. Mereka merasa bahwa keuntungan yang diraih berasal dari pengembangan sistem bagaimana dapat meraup keuntungan tanpa melihat unsur yang halal. Bahkan yang lebih tidak bijaksana lagi label yang disandang tertulis Islam tetapi dalam pelaksanaannya masih menerapkan sistem yang jauh dari konsep syari'ah.

Kemudian hal yang paling terpenting yaitu, apabila seseorang sudah melakukan tidakan korupsi, penggelapan uang, mengambil keuntungan diatas penderitaan orang lain, bahkan dapat dilihat apabila dari kedudukan sudah menduduki posisi, berbuat semena-mena. Apa yang akan terjadi, ingant do'a orang yang terzholimi akan dikabulkan “Da'watal mazhlum mustajaab”. Sholat yang dilaksanakan 5 waktu, diiringi dengan do'a, hanya berupa seperti kaleng kosong yang terlihat cantik diluar tetapi didalamnya kosong melompong. Disini terlihat, ketika do'a yang dipanjatkan kian jauh dan sangat minim sekali diijabah oleh Allah SWT, maka mestilah kita menoleh, apa sebenarnya yang telah kita lakukan, perbuatan apa yang sekiranya menjadi penghambat dikabulkannya do'a. Pertanyan seperti ini seyogyanya terus-menerus di pertanyakan didalam hati setiap umat Muslim.

Inilah empat kategori yang telah di ajarkan oleh baginda Rasulullah SAW kepada pengikutnya, Rasulullah SAW pun sudah mengetahui kelak seluruh umatnya akan mengalami tantangan serta kesulitan pada empat perkara ini, oleh karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan do'a sekiranya umat nya dapat dijauhkan dari empat perkara yang tidak mendatangkan keberkahan dan kebaikan baik didunina maupun diakhirat kelak

Wa Allahu a'alam bis-showab

0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.