Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

Puingan Cerita Remaja Muslim

Oleh Al-Ghazaly

Ikhwan dan akhwat fillah. Sudah saatnya kita lebih mendahulukan dan mementingkan seluruh kontribusi kita pada jalur Illahi. Tanpa hambatan berarti, seluruh tantangan harus dilalui dengan pasti dengan cara memperbaiki diri dari nafsu duniawi. Marilah kita memanjatkan puja dan puji bakti kita pada sang Ghofur yang masih memberikan umur pada tingginya tingkat kufur meskipun dinegeri makmur yang segalanya tumbuh subur.

Ikhwan dan akhwat fillah yang mengharap ridho-Nya, umur manusia itu adalah deretan sebuah fase kehidupan yang bergulir tanpa adanya intervensi dari seseorang atau sesuatupun di dunia ini, yang mengaturnya hanyalah satu, yakni Allah Subhanahu wata’ala. Waktu takkan pernah bisa diputar balikkan ataupun digerak majukan meskipun sepersekian detik. Itulah mengapa Allah Subhanahu wata’ala mengingatkan manusia akan pentingnya waktu dalam surat al-‘Ashr; “sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, Kecuali yang beriman dan beramal sholeh, yang saling menasehati dalam kebenaran dan menasehati dalam kesabaran”

Remaja adalah fase perjalanan manusia yang terjadi antara usia 12-23 tahun yang dikenal juga dengan masa peralihan dari kanak-kanak menuju tingkat dewasa. Berdasarkan teori psikologi perkembangan, pada masa ini para remaja sedang mengalami perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian. Oleh karena itu, masa-masa ini adalah masa yang sangat berpeluang untuk orangtua mengetahui arah dan tujuan fikiran anak-anaknya, mereka dapat dengan mudah berubah fikiran dengan intervensi dari beberapa pihak.

Seorang remaja mempunyai andil besar untuk melakukan perubahan yang tidak hanya dilakukan pada dirinya saja, tetapi bagi lingkungan sekitar dapat mereka lakukan. Kemauan keras, kegigihan usaha, kinerja yang menggebu, membuat mereka kuat dihadapan para golongan tua. Bukan berarti mereka ahli berontak, ahli protes tanpa arti, ini menandakan sangatlah dinamis posisi remaja di masanya. Seorang remaja haruslah memiliki sikap seperti itu.


Seorang suri tauladan kita pun, Muhammad Shallallohu ‘alaihi wasallam, ketika ditinggal selamanya oleh kedua orangtuanya dan kakeknya, beliau lalu hidup dengan pamannya, Abu Thalib. Kita semua pun mengetahui, bahwa Abu Thalib adalah bukan dari keluarga darah biru. Ketika umurnya masih 12 tahun, Muhammad sudah berinisiatif untuk menjadi sang penggembala kambing, beliau mempunyai prinsip bahwa nabi terdahulu pun hidup mandiri, tidak ketergantungan pada orang lain. Pada saat itu Muhammad ingin mencontoh apa yang mereka yakini, dan terbukti bahwa dengan kejujuran dan kemandirian saat itu, beliau sebelum diangkat menjadi nabi sudah memiliki gelar dikalangan masyarakat Arab dengan gelar “Al-Amin” (orang terpercaya).

Mari kita muhasabah diri kita masing-masing. Umur 12 tahun, apa yang kita lakukan? Umur 12 tahun itu setara dengan anak duduk di tingkat 6 SD / 1 SMP. Apa sama dengan apa yang Muhammad lakukan pada masanya?? Itulah tantangan bagi kita semua, bagaimana untuk menerapkan pendidikan pola mandiri pada anak-anak kita kelak agar tidak menjadi anak ketergantungan pada orangtuanya.

Remaja Muslim adalah sebuah keterangan yang mengikat pada kehidupan remaja pada masanya. Remaja yang senantiasa memperbaiki diri dan orang lain, remaja yang tak gentar dengan penolakan apa yang mereka yakini, remaja yang mengemban amanah perjalanannya dalam naungan Allah. Tak harus menjadi orang yang “kolot” dulu untuk menjadi ustadz, untuk memahami agama. Pada masa inilah, masa yang tepat untuk menanam benih ke-Islaman yang seharusnya mereka terima. Dengan segala kelebihan psikologis yang mereka miliki, arahan yang benar akan menuntun mereka mendekatkan dengan keterangan tersebut. Remaja muslim bukan hanya keniscayaan, tetapi akan menjadi kenyataan.

Di salahsatu hadits pun, dilansir mengenai remaja. Rosulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi pada hari kiamat yang pada saat itu tidak ada naungan kecuali naungan dari-Nya: ----- pemuda (remaja) yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya -----“ (HR Muslim)

Tentunya Allah tidak sembarangan memberikan jaminan pada remaja kriteria diatas mendapat payung jaminan keselamatan dihari kiamat, disana tersimpan sebuah pesan dan keterangan yang hanya didapatkan pada remaja yang selalu menjaga diri dan keluarganya serta lingkungannya dalam naungan Islam. Tidak benar mengenai statement remaja tukang hura-hura, tukang maksiat dan kejelekan lain. Itu hanyalah sebuah kesalahan proses pendidikan dari keluarga. Bukan sepenuhnya kesalahan remaja.

Dibawah ini ada sebuah pesan pada remaja pada saat ini, dia adalah Ibnu Abbas. Pada masanya, Ibnu Abbas masih menginjak masa remaja, ketika ia tidak memahami apa yang akan Allah lakukan terhadap dirinya.

“Peliharalah Allah (peraturan-Nya), niscaya Allah akan memeliharamu; peliharalah Allah, niscaya engkau akan menjumpai-Nya dihadapanmu; kenalilah Allah saat senang, niscaya Dia akan mengenalimu disaat kamu susah; apabila kamu meminta, mintalah kepada Allah; dan apabila kamu meminta pertolongan, mintalah pada Allah saja. Ketahuilah , bahwa seandainya suatu umat sepakat untuk memberi manfaat kepadamu dengan sesuatu, mereka tidak dapat memberi manfaat kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditaqdirkan oleh Allah atas dirimu, Seaindainya mereka sepakat untuk menimpakan bahaya kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang Allah taqdirkan untukmu. Qalam telah diangkat dan lembaran telah kering”(HR Tarmidzi)

0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.