Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

Makanlah Secukupnya

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. al-A'raf:31)

Islam mendidik para pemeluknya agar selalu bersikap pertengahan dan tidak berlebihan. Termasuk dalam hal makan dan minum, karena makan dan minum ialah kebutuhan dasar setiap makhluk hidup sebagai sebab kelangsungan hidup para hamba-Nya. Sudah sepatutnya kita menilik bimbingan Allah Azza wa Jalla dalam hal ini.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya terkait ayat di atas mengatakan, "Salah seorang dari kalangan salaf(pendahulu) berkata bahwa Allah telah mengumpulkan keseluruhan obat di dalam setengah ayat "makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan"

Juga Imam Al-Qurthubi Rahimahullah berkata tentang ayat ini, "Di dalam perilaku sedikit makan ada banyak manfaat. Di antaranya adalah seseorang mempunyai tubuh yang lebih sehat, ingatan yang lebih bagus, pemahaman yang lebih jernih, membutuhkan lebih sedikit tidur, dan lebih ringan jiwanya." Kemudian beliau Rahimahullah melanjutkan, "Dengan makan banyak, perut menjadi terlalu penuh, dan terjadi pembusukan dari makanan yang tidak tercerna. Dari sini akan timbul berbagai penyakit."

Sebagian dokter dan kalangan ahli pengobatan berpendapat bahwa, pengobatan terbaik adalah perkiraan yang tepat dari asupan makanan yang dibutuhkan seseorang. Ucapan mereka pun tidak jauh dari Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam yang telah menjelaskan masalah ini dengan lebih jelas.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda, "Tidaklah seorang anak Adam mengisi bejana yang lebih buruk daripada perutnya. Sesungguhnya cukup bagi anak Adam untuk makan sekadar beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya, dan apabila diperlukan maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk udara." (HR. Ibnu Majah, an-Nasa'i, dan Tirmidzi)

Dalam Fathul Qadir Al-Imam Asy-Syaukani Rahimahullah menafsirkan ayat "Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan." 
dengan mengatakan,
"Allah Azza wa Jalla melarang hamba-Nya dari sikap berlebihan. Namun bukanlah termasuk sikap zuhud apabila seseorang meninggalkan makan dan minum. Orang yang meninggalkannya sama sekali, ia akan membunuh dirinya, dan ia termasuk penduduk neraka. Adapun orang yang mempersedikit makan dan minum, sehingga memperlemah badannya dan menjadikannya tidak mampu menegakkan perkara yang wajib baginya berupa ketaatan atau upaya memenuhi kebutuhannya dan kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggungannya, maka ia telah mentelisihi perintah dan bimbingan Allah. Di sisi lain, orang yang berlebihan di dalam membelanjakan hartanya(dalam masalah makanan dan minuman) dengan menggunakannya sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang bodoh atau orang yang membuang-buang harta, ia juga telah menyelisihi syariat Allah terhadap hamba-Nya dan terjatuh ke dalam larangan yang disebutkan dalam al-Qur'an."

Ibrahim bin Adham Rahimahullah (zahid dari generasi setelah murid para sahabat Radhiyallahu'anhum)  berkata, "Barang siapa menguasai perutnya, ia akan menguasai agamanya, barangsiapa memiliki kendali terhadap rasa laparnya, ia akan memiliki akhlak yang baik."

Luqman Hakim berwasiat kepada putranya: ”Wahai putraku, bila kamu penuhi lambungmu maka akan tidur pikiranmu, membisukan hikmah, mendudukan anggota badan dari beribadah. Dan perut kosong itu banyak faidahnya yaitu menjernihkan hati, mencerdaskan manusia, dan menajamkan bashiroh. Kenyang itu menyebabkan kedunguan, membutakan hati, dan memperbanyak uap dan cairan lambung.”

Al-Qur'an mengungkapkan rahasia lainnya, Allah menceritakan ucapan Ibrahim Alaihi Salam,
Dan Dialah yang memberiku makan dan minum. Dan apabila aku sakit Dialah yang menyembuhkanku." (QS. Asy-Syuara: 79-80)

Beberapa ulama menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara apa yang kita konsumsi dengan sakit yang menimpa kita, karena mayoritas orang menjadi sakit dengan sebab pola makan mereka. Ini adalah kemungkinan mengapa Allah menyebutkan ucapan Nabi Ibrahim 'Dan Dialah yang memberiku makan dan minum'. Nabi Ibrahim menyatakan (secara tidak langsung) bahwa sakit itu disebabkan oleh diri kita sendiri dengan ucapan beliau, 'Dan apabila aku sakit...", inilah mengapa sakit disebutkan sesudah makanan dan minuman di dalam ayat-ayat ini. Subhanallah

Dalam dunia kedokteran modern, banyak penjelasan bahwa bagian utama dari sistem imunitas tubuh tersusun dari sistem pencernaan, yang artinya seseorang dapat mencederai sistem pencernaannya dengan kebiasaan/pola makan yang tidak sehat.

Sesuai dengan penjelasan Imam al-Qurthubi Rahimahullah, dunia medis juga menerangkan bahwa makan terlalu banyak, atau makan lagi sebelum makanan yang dikonsumsi sebelumnya tercerna dengan sempurna, akan membentuk tumpukan makanan yang tidak tercerna yang kemudian membusuk, membentuk hasil fermentasi (karena kombinasi makanan yang salah) dan juga racun. Ini mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mencerna dan menyerap dan menjadikan bakteri 'jahat' lebih leluasa berkembang dan mengalahkan bakteri 'baik'. Kondisi demikian (dengan Kekuasaan Allah) menjadikan seseorang cenderung mudah terserang infeksi atau penyakit sistemik lainnya, yang disebabkan oleh melemahnya proses-proses imunitas tubuh yang sebenarnya berawal di perut(sistem pencernaan).

Dalam riset terbaru, makan terlalu banyak juga dapat meningkatkan risiko penurunan kemampuan otak, terutama pada orang tua.
pemimpin peneliti Dr Yonas Geda (yang juga profesor neurologi dan psikiatri di Mayo Clinic, Scottsdale, Arizona Amerika Serikat.) mengatakan, "Konsumsi kalori yang berlebihan setiap hari tidak baik untuk kesehatan otak,"

Subhanallah,

0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.