Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

Berbaik Sangka kepada Allah SWT


Dalam kehidupan kita di dunia ini tentunya kita tidak akan bisa lepas dari berbagai ujian kehidupan yangkita alami,baik itu ujian yang sifatnya baik dan menyenangkan hati kita maupun ujian yang sifatnya buruk dan sangat tidak kita sukai. Semua hal tersebut sebetulnya merupakan sunnatullah, karena pada hakikatnya Allah SWT akan memberikan ujian kepada setiap makhluk-Nya dengan kebaikan dan keburukan (Lihat ; Q.S Al-Anbiya ayat 35).
  Allah SWT pun sudah memberikan ketetapan pada setiapkejadian yang kita alamidisertai denganhikmah yang terkandung di dalamnya.Semua hal yang telah terjadi maupun sesuatu yang belum terjadi pada diri kita telah ditetapkan dan dituliskan Allah SWT dalam Lauhul Mahfudz.Dalam Surat Al-an’am ayat ke-59 Allah SWT berfirman ;

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" 

Di ayat yang lain Allah juga menjelaskan bahwasanya Dia-lah yang langsung menjadi saksi atas segala kejadian yang kita alami serta perbuatan yang kita lakukan. Tepatnya pada surat Yunus ayat ke-61, Allah SWT berfirman ;

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya.Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit.Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”.

Begitu pula dengan takdir yang kita terima.Semata-mata takdir tersebut merupakan kehendak Allah SWT atas reaksi dari sunnatullah yang diwujudkan dalam bentuk-bentuk peristiwa atau ujian kehidupan yang sifatnya baik maupun buruk. Sebagai seorang mu’min, tentunya kita harus percaya atas qadha & qadar yang telah ditetapkan Allah SWT, baik itu yang sifatnya menyenangkan maupun yang  sifatnyatidak kita sukai karena hal tersebut merupakan salah satu rukun iman dari pokok-pokok ketauhidan. Sebagai permisalan contohnya, ada seseorang yang di usia mudanya begitu kaya raya dan merasa kuat perkasa, tapi pada saat usianya sudah tua renta, ia terpuruk jatuh dalam kemiskinan. Ada pula yang pada awalnya hidup dalam penuh kesengasaraan, setelah bersungguh-sungguh berusaha pada akhirnya ia pun memperoleh kebahagiaan dan kesuksesan. Masih banyak contoh-contoh lain dari bentuk-bentuk takdir yang dengan mudah dapat kita temui dari kehidupan kita sendiri maupun pengalaman orang lain.
 
Jika dicermati lagi, pada dasarnya kita sebagai makhluk-Nya yang lemah tidaklah mengetahui apapun tentang takdir dan nasib kehidupan yang telah kita jalani sampai saat ini.Namun, sebagaimana contoh kedua yang telah disampaikan sebelumnya, kita masih bisa merubah takdir& nasib buruk kita jika kita benar-benar mau berusaha dan berubah menjadi lebih baik.Kitalah yang menjadi pemeran utama dalam hidup kita.Kehidupan kita tidak akan berubah sedikit pun selain diri kita yang mengubahnya.Walaupun kita hidup dalam kemiskinan dan serba kesulitan misalnya, bisa jadi hal tersebut merupakan ujian dari Allah agar kita senantiasa mau berusaha dalam mencari rizki dan tidak cepat putus asa ataskemalangan yang menimpa kita. Ataupun jika kita diserang suatu penyakit, bisa jadi Allah SWT ingin mendekati hamba-Nya tersebut agar ia selalu ingat pada-Nya ataupun sebetulnya Allah ingin menggugurkan dosa-dosa kita atas kesabaran kita dalam menghadapi penyakit yang kita derita. Bahkan, jika kita hidup dalam kekayaan dan bergelimang harta sehingga hidup kita merasa nyaman karenanya, boleh jadi hal tersebut merupakan cobaan dari Allah SWT apakah kita termasuk hamba-Nya yang bersyukur atau malah kita menjadi kufur atas nikmat yang telah diberikan oleh-Nya.Oleh karenanya, kita harus selalu berikap optimis dalam menjalani hidupdengan selalu berbaik sangka kepada Allah SWT serta meyakini dengan ikhlas bahwasanya Allah SWT telah menyiapkan skenario terbaik bagi hidup kita.

Hidup kita yang tekadang berada di bawah dan di atas, atau kadang berada dalam posisi basah atau kering, kadang berada dalam suasana menyenangkan atau menyesakkan, sudah seyogyanya membuat kita harus lebih yakin bahwa di balik persoalan dan probelamtika kehidupan selalu ada hikmah dan sisi positif yang dapat diambil.Namun realita yang terjadi di masyarakat saat ini begitu memilukan.Betapa banyak kita melihat saudara-saudarakita yang merasa putus asa, galau, dan risau atas persoalan hidup yang tengah dihadapinya.Tidak sedikit yang mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidup secara mengenaskan.Ada yang gantung diri karena takut miskin; ada yang memotong urat nadi karena malu diolok-olok belum punya pacar; ada pula yang bakar diri dengan mengajak anaknya yang masih kecil karena problem ekonomi, dan sebagainya.Padahal Rasul jelas-jelas memberi nasihat yang artinya, “Janganlah salah seorang di antara kalian meninggal kecuali ia dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah SWT”.
 
Sikap berbaik sangka terhadap qadha dan qodhar Allah adalah sikap yangharus dimiliki oleh orang yang beriman.Namun bagaimanakah caranya agar kita mampu berbaik sangka atas apa yang terjadi dalam hidup kita yang tak lain adalah qadha dan qadar Allah SWT?. Berikut ini, kami sampaikan sedikit tips agar kita senantiasa berbaik sangka atas segala bentuk ujian yang kita alami dalam kehidupan ini.Pertama, yakinlah bahwa ujian yang terjadi semuanyaadalah kehendak Allah SWT.Berbagai macam ujian dan cobaan yang kita rasakan, baik itu yang sifatnya bagus ataupun buruk merupakan suatu tanda bahwa Allah-lah yang berhak untukmemuliakan atau menghinakan semua ciptaan-Nya.Kedua, yakinlah bahwaAllah Maha Suci dari perbuatan dzalim terhadap hamba-Nya.Dibalik kepahitan hidup yang kita rasakan terhimpun kasih sayang yang senantiasamemancar.Ketiga, yakinlah bahwa setiap keputusan dan ketetapan sudahdiukur oleh-Nya. Dia Maha Tahu akan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki olehmakhluk-Nya sehingga Dia tidak akan mungkin mencelakakan makhluk-Nya. Keempat, yakinlahbahwa setiap ujian ada akhirnya.Sebagaimana kita ketahui, dunia ini bersifat fana.Semua kelezatan dan nikmat yang ada di dunia ini hanya bisa kita rasakan sementara saja.Setiap ujian hidup yang menimpa kita, hendaknyamenjadi sinyal bahwa apa yang kita miliki didunia ini tidak akan abadi, semuanya akan sirna. Kelima, yakinlah bahwa ujian yang menimpa kitaakanmendatangkan hikmah yang sangat dalam bagi sebagai sarana muhasabah dan intropeksi diri agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Percayalah ketika Allah SWTmemberikan ujian pada kehidupan kita, Allah SWT sebenarnya juga sudah mempersiapkan pahala dankeuntungan kepadahamba-Nya yang telah berhasil menghadapi ujian tadi.

Selain itu, kita harus yakin bahwa ujian yang Allah berikan tidak lain hanyalahuntuk kebaikan hamba-Nya. Jangan resah dengan ujian yang menimpa danjangan mengeluh dengan kegetiran yang bertubi-tubi, karena sesungguhnyaAllah SWT jika mencintai suatu kaum maka Allah akan mengujinya. Barangsiapa rela dengan ujian itu maka dia akan memperoleh ridha-Nya, danbarang siapa membenci ujian yang datang kepadanya, maka akan memperolehmurka-Nya. Oleh karenanya, mari kita memupuksikap berbaik sangka kepada Allah SWT dan yakinlah bahwadibalik ujian ada hikmah yang sudah Allah SWT persiapkan bagi kita.

 Wallahu'alam bis showaab



0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.