Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

"ABCD" : Ayo Be Creative Da'i !

Alhamdulillah, Jum'at sore kemarin (13/09/2013) divisi Annisa LDK Al-Iqtishod STEI Tazkia telah melaksanakan acara rutin perdananya yang diadakan setiap hari jumat, yaitu acara DISDUS (Diskusi Solutif Dunia Muslimah). Diskusi ini dilaksanakan di ruang muallaf centre di masjid Andalusia, STEI Tazkia yang dihadiri oleh sekitar 16 orang mahasiswi STEI Tazkia dari berbagai jurusan dan angkatan.
Diskusi berjalan lancar serta interaktif karena antusiasme peserta yang lumayan tinggi. Tema yang diusung dalam diskusi kali ini adalah bagaimana memaksimalkan kreativitas seorang da’iyah dalam berdakwah.

Teteh Dhiba Ainisa Umarghanies, selaku fasilitator dalam diskusi kali ini menyampaikan bahwa Imam syahid Hasan Al-Banna pernah mengatakan bahwa kita terlahir sebagai da’i bahkan sebelum kita menjadi sesuatu apapun di dunia ini. Oleh karena itu kita wajib mengoptimalkan fungsi kita sebagai da’i, terlebih lagi di zaman yang semakin maju ini menuntut kita untuk lebih kreatif dalam memaksimalkan semua peluang yang ada.

Dalam memaksimalkan semua peluang tersebut, teteh Dhiba menyampaikan cara-cara yang efektif untuk maksimalisasi dakwah.
  1. Kuatkan niat. Kita harus senantiasa mempertahankan niat awal kita, karena suatu niat dapat berubah sewaktu-waktu bahkan tanpa disadari oleh diri kita sendiri.
  2.  Perbanyak membaca. Buku merupakan jendela dunia dan akhirat, oleh karena itu perbanyak variasi kita dalam membaca. Ada kalanya kita memerlukan untuk membaca strategi-strategi perang musuh untuk memenangkan dakwah ini. Ketahui strategi mereka, kelemahan mereka, dan tingkatkan kekuatan kita.
  3. Lihat peluang dan kebutuhan. Kita observasi dunia sekeliling kita, tangkap peluang yang ada untuk menjadi senjata ampuh kita dalam berdakwah. Misalnya saja kita melihat dunia internet yang kian maju dan banyak dipergunakan oleh seluruh orang di dunia, itu adalah peluang untuk menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih cepat dan mengenai objek dakwah kita dalam jumlah besar.
  4. Perlunya mengenal diri sendiri. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan seluruh potensi yang ada dalam diri kita. Dengan kita mengetahui diri kita dan objek dakwah kita, maka kita akan bisa menangani mereka dengan sebaik mungkin.
  5.  Nikmati jalan dakwah ini. Mungkin jalan dakwah ini memang terjal dan banyak rintangan yang akan dihadapi, tapi inilah jalan menuju surga yang tidak semua orang menyukainya. Hal ini tentu berbeda dengan jalan menuju neraka yang penuh dengan hal-hal yang bersifat duniawi yang tentunya menyenangkan. Nikmati proses ini, karena pada akhirnya Allah lah yang menentukan akhirnya.
Setiap zaman punya masalahnya masing-masing dan tentunya memiliki cara-cara yang berbeda dalam mensikapinya, di zaman ini marilah kita lebih kreatif lagi dalam mensyiarkan dakwah kita ini. Karena apabila kita terus-menerus menggunakan hal-hal sama yang tidak sesuai dengan kondisi dan objek dakwah kita, maka kita bisa kalah dari musuh-musuh islam yang terus berinovasi dalam menghancurkan Islam.

Wallahu a’lam bisshawwab.

1 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.