Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

Mengungkap Bahaya Jaringan Islam Liberal

        Pada awalnya, kondisi kajian memang agak sepi, sehingga nasyid yang mengalun di ruang 2.1 terdengar menyaring menggema di sepanjag lorong lantai 2. Setelah pembicara datang, maka tak lama acara di mulai. Acara kajian ini pun dipandu oleh Nurul Huda sebagai MC (master of ceremony) dengan humornya yang khas disusul dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dialunkan dengan syahdu oleh Hendy Agung. Kak Akmal memulai dengan sebuah sapaan yang sangat mencairkan bahkan membuat tertawa semua peserta, karena beliau bilang : “Saya mecahin rekor nih. Baru minggu lalu ke sini, sekarang ke sini lagi”, katanya. Sontak semua peserta kajian yang hadir pada saat itu pun tertawa. Di awal kajiannya, beliau menjelaskan mengenai awal mula Jaringan Islam Liberal (JIL). Ternyata, pada awal kemunculannya, JIL menamakan dirinya Islam Protestan. Namun , sayangnya nama tersebut tidak laku. Maka, jadilah istilah Islam Liberal yang merupakan istilah serapan dari barat. Dulu, saat Nurcholis Madjid aktif dalam menyebarkan pemikiran liberalnya, saat itu belum dipakai nama JIL. Pembahasan berlanjut menuju kegemilangan Islam yang mana mereka tidak perlu memisahkan agama (dien) dari kehidupan, sedangkan Eropa saat itu memerlukan pemisahan (sekulerisasi) dari agama Kristen (protestan) yang bertentangan dengan kemajuan penemuan sains dari kehidupan agar mereka dapat maju. Maka dari itu, jika ada mahasiswa/i Islam yang berpikir liberal, segera saja dikeluarkan karena sangat bertentangan dengan nilai Islam. Beliau bercerita, beliau pernah dekat dengan salah seorang Profesor di bidang Filsafat Aqidah yang ada di Makassar, dan beliau menanyakan mengenai satu pertanyaan yang sangat filosofis. "Seberapakah batas dari bebas yang dimaksudkan liberal ? ", tanya Kak Akmal. Kemudian, Profesor itu hanya diam berjam-jam tanpa jawaban. Karena, manusia bagaimanapun pasti punya batasan. Kalau tidak ada batasan, namanya adalah manusia biadab. 

        Dalam perkembangannya, JIL makin lama dalam makin berkembang. Dulu, Ulil Albab tidak separah perkataannya sekarang.  Ia pernah mengatakan, “Kita harus mendiskuskan kembali kenabian Muhammad”. Luar biasa perkembangan kekacauan pemikirannya. Lalu, bagaimana kita bisa mengetahui liberal? Pemikiran liberal, ternyata berawal dari pemikiran sekuler yang mengeluarkan agama dari kehidupan keseluruhan dan beragama hanya di tempat ibadah semata. Maka, jelas bahwa orang liberal pasti sekuler. Karena, kalau tidak sekuler, tidak liberal! Mengenai ‘kebenaran’ maka ada sebuah fakta yang menarik untuk analogi ini, yaitu Marylin Monroe, yang saat masanya merupaakn aktris paling seronok. Namun hari ini, mungkin beliau merupakan aktris paling sopan saat ini. Maka jelas, yang seharusnya dan memang tidak berubah di dunia ini adalah agama (dien). Ada beberapa tokoh liberal yang melakukan adu domba yang sangat berbahaya, seperti Luthfie Assyaukani, Saidiman Ahmad, dan M. Asratillah Senge, Nurcholis Madjid sendiri liberal setelah dari Chicago. Jadi berhati-hatilah dalam mempelajari ilmu dan bergaul dengan orang lain. Jangan sampai kita ikut-ikutan terkena virus liberal.
Wallahu'alam bis-showaab



0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.