Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

MABIT KADER LDK-AL-IQTISHOD 2014-2015


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, setelah siang harinya kami menjadi panitia pembagian 2.000 hijab bersama teman- teman BEM dan menyaksikan secara live tabligh akbar "Damai Indonesiaku" yang diadakan di Masjid Andalusia, dengan qudroh dan iradah Allah SWT, pada sabtu malam, 14 Maret 2015 kami menggelar acara "MABIT" yang dihadiri sekitar 30 Kader LDK Al-Iqtishod masa amanah 2014-2015 sukses berlangsung di Majelis Az Zikra. Berangkat dari Kampus STEI Tazkia Ba'da Maghrib bersama-sama menuju Az Zikra. Ukhuwah begitu terasa saat teman-teman yang kediamannya di Az Zikra menjemput teman-teman lain yang tidak memliki kendaraan. Setelah sampai di Az Zikra, kami pun langsung menuju ke tempat MABIT di lantai 3 yang telah dipisahkan dengan hijab penghalang antara ikhwan dan akhwat. 

Tak lama kemudian, Ustadz yang memberi tausiyah pun datang dan penceramah pada tausiyah saat MABIT adalah Ustadz Ahmad Syuhada, MA yang membahas tentang "Keutamaan Dakwah". Beliau menjelaskan pengertian Dakwah secara bahasa berasal dari kata da'a, yad'u, da'watan yang artinya mengajak atau menyeru. Dan secara istilah berarti mengajak keimanan kepada Allah dan mengajak kepada risalah Rasulullah dengan membenarkan apapun yang mereka perintahkan. Bergabung di LDK (Lembaga Dakwah Kampus) berarti kita siap mengambil posisi sebagai seorang Da’i untuk menciptakan kondisi kampus sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Beliau pun memaparkan, ada 9 keutamaan menjadi seorang pendakwah (salah satunya adalah bergabung dengan LDK), yaitu:

1.   Para Da’I menjadi pewaris pewaris nabi, karena menjadi pelita bagi orang yang tersesat.
2.      Orang yang paling baik perbuatan dan ucapannya.
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shaleh, berkata: “sesungguhnya, aku termasuk orang-orang yang menyerah diri ? “ (Qs Fushilat: 33)
3.      Bagi mereka (para Da’I) pahala sepeti yang mengikutinya.
4.      Selamat dari berbagai macam kerugian
“Demi masa
Sungguh manusia benar-benar dalam kerugian
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati dalam kesabaran.” (Qs Al ashr: 1-3).
5.      Para Da’I itu sebaik-baik manusia setelah Rasul.
6.      Para Da’I menjadi orang-orang yang beruntung dan sukses.
7.      Shalawat Allah akan sampai pada mereka (para Da’I).
8.      Dakwah yang kita lakukan akan menjadi bukti keimanan kita kepada Allah SWT.
Dan orang-orang yang beriman, lelaki atau perempuan, seagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah maha Perkasa lagi maha bijaksana.”
(Qs At Taubah: 71)
9.      Allah akan membuat wajah para Da’I bercahaya.

            Tausiyah pun ditutup dengan berdzikir bersama diiringi hujan deras yang mengguyur pemukiman Az Zikra. Walaupun ada beberapa dari teman kami yang pulang lebih awal sebelum acara selesai, namun semangat para kader tidak menurun. Kak Ahmad Khairrudin selaku ketua LDK Al-Iqtishod memberikan kami tugas masing-masing untuk tilawah 1 orang 1 juz sampai nanti menjelang shalat tahajud dan berhenti untuk beristirahat selepas tilawah, kami pun melakukannya. Malam sudah semakin larut, ada sebagian dari kader yang berhenti tilawah sejenak lalu melanjutkannya dan tak terasa waktu pun sudah menunjukan waktu tepat pukul 03.00 WIB. Kami pun mengambil wudhu dan kembali ke tempat shalat masing-masing. Seluruh lampu di ruangan shalat dimatikan agar kami lebih khusyu’ dan saat kami mulai shalat, kami pribadi merasakan hal yang belum pernahsaya rasakan, mungkin karena pertama kali kami mengikuti mabit, saat imam membacakan surah Ar Rahman, muncul ketakutan yang luar biasa dan merinding tak kuasa air mata pun menetes, tak hanya saya ternyata terdengar juga isak tangis dari jamaah yang ikut sholat tahajud berjamaah. Apakah ini yang bernama khusyu? Waallahu’allam. Selepas shalat tahajud dan shlat shubuh, kak Arif Sumandar selaku penanggung jawab Mabit mengkomando kan agar kami turun ke bawah untuk sarapan. Selesai sarapan, kak Ahmad Khoirrudin mengumumkan bahwa selesai agenda MABIT akan ada agenda bersama FSLDK yang akan di gelar di IPB. Beberapa hari dari kami ada yang ikut dan ada yang melaksanakan kegiatan masing-masing. Selesai sarapan, kami diizinkan untuk pulang dan beristirahat. Masya Allah yaa disaat pemuda yang lain ada yang menghabiskan malam ahad nya untuk berfoya-foya tapi ada juga beberapa dari mereka yang mengisi malam Ahad dengan bermuhasabah kepada Rabbnya…. Semoga mabit yang akan datang be better dan teman-teman yang ikut lebih banyak lagi. Tak hanya teman-teman LDK tapi juga luar LDK.


Wabillahitaufiq walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.