Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

Leadership Basic Training II

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al Iqtishod STEI Tazkia baru saja menggelar kegiatan Leadership Basic Training (LBT) II bertempat di Yayasan Pengembangan Insan Pertanian Indonesia (YAPIPI), Bogor, pada 02-03 Mei 2015 lalu. LBT yang dikelola oleh tim kaderisasi ini bertemakan “Membentuk Pribadi Unggul, Tingkatkan Kinerja Dakwah”. Acara ini merupakan syarat yang harus diikuti oleh pengurus dan anggota aktif yang tergabung di dalam LDK. 
Pada pembukaan acara, Ammar Multazim, selaku ketua pelaksana berharap para kader saling memahami satu sama lain dan mau menambal kekurangan temannya sehingga nantinya kinerja dalam berdakwah semakin membaik. Karena berjama’ah dalam tim besar pengaruhnya ke organisasi yang sedang digeluti.
Setelah itu, pemaparan materi pertama oleh Ahmad Nashron mengisi agenda yang dilakukan selepas sholat isya dengan judul” Analisis Sosial dan Desain Kegiatan”. Nashron begitu komunikatif mengajak peserta untuk berpikir tentang pertanyaan yang berkaitan dengan penyampaiannya. Sebagai penggerak dakwah, ia menuturkan bahwa mengetahui hakikat dakwah itu penting karena dengan begitu semangat untuk melakukan kebaikan dapat tumbuh.
“Ada atau tidaknya kalian berada dalam jalan dakwah, dakwah itu sendiri akan tetap berjalan. Tapi bagi kalian yang enggan untuk berdakwah, apakah kalian tidak ingin surganya Allah, tidak ingin rahmatnya Allah?” ujar Nashron dengan berapi-api dan membuat peserta tertunduk merenung.
“Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika berdakwah, yaitu pola pikir pribadi, konsep atau metodenya serta pengaplikasian terhadap rancangan kegiatan,” lanjut lelaki berkulit sawo matang itu sembari memperlihatkannya di layar proyektor. Peserta diminta juga untuk mengetahui visi-misi LDK, karena hal tersebut merupakan langkah awal bagaimana gerak kerja selanjutnya. Ia juga menuturkan bahwa program kerja yang dibuat harus dianalisis terlebih dahulu supaya bisa disesuaikan dengan target dakwah. 
“LDK bukan hanya sekadar wadah berorganisasi, tapi fungsinya lebih dari itu yaitu tempat pembinaan diri menjadi manusia yang lebih baik.” paparnya lagi.
Materi dilanjutkan esok harinya dengan judul “Siroh dan Implemantasi Masa Kini” yang dibawakan oleh Ustadz Mahfudz, Lc Beliau menyampaikan sejarah perjalanan dakwah Rasulullah yang dilalui selama 23 tahun. “Penting bagi kita untuk mempelajari sejarah supaya bisa menjadi bekal kehidupan di sekarang,” ucapnya.
Lalu, agenda dilanjutkan dengan materi terakhir yang dipaparkan oleh Miftahul Jannah dengan judul “Pelatihan Jurnalistik Dakwah”. Baginya,seorang jurnalis merupakan agen yang bertugas sebagai penyampai ajaran Nabi dan Rasul. Berbekal hobi menulis, perempuan berdarah Bima, NTB ini telah menerbitkan beberapa novel yang telah beredar dipasaran. Kecintaannya pada dunia tulis-menulis juga telah mengantarkan ia pada sebuah profesi di media Islam Salingsapa.com. (Syadza)


0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.