Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

Bunda Bekerja atau Di Rumah ?

Bismillahirrahmanirrahim

Seringkali wanita berumah tangga dihadapkan pada pilihan meneruskan karir atau menjadi ibu rumah tangga. Apapun pilihan yang diambil, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dipertimbangkan para mommies dengan mendalam.

Biasanya beberapa alasan yang menyebabkan wanita memilih menjadi wanita karir, diantaranya adalah penghasilan suami yang belum memadai, sehingga merasa perlu bekerja agar keuangan keluarga bisa tercukupi. Atau karena berpendidikan tinggi, sehingga bekerja selain sebagai aktualisasi diri juga agar memiliki kebebasan jika ingin melakukan sesuatu yang berisiko pada terganggunya masalah finansial. Ingin bisa lebih memberi bagi orang tua, tanpa merepotkan suami atau membelikan sesuatu bagi keponakan, atau lasan lain seperti memberikan hadiah bagi diri sendiri (ini kalimat lain dari belanja, hehehe).

Bekerja bagi sebagian perempuan juga bisa diartikan untuk menambah wawasan, menambah pengalaman, menarik juga karena mau engga mau berhadapan dengan banyak manusia. Kesempatan untuk belajar terbuka lebar. Selain itu bekerja juga untuk memberi nilai tambah di mata keluarga. Dan tidak sedikit yang memilih menjadi wanita karir ketimbang ibu rumah tangga, lebih karena menghindari kejenuhan dan suasana di rumah yang melulu itu-itu saja.

Di mata sebagian ibu rumah tangga, teman-teman mereka sesama mommies yang bekerja dianggap lebih beruntung. Padahal tantangan berat bagi para ibu yang bekerja untuk bisa menambah kualitas hubungan dengan anak-anak dan suami, dalam pertemuan yang terbatas, dan seringkali sisa-sisa tenaga.

Tapi alasan lain sebagian wanita yang memilih menjadi ibu rumah tangga pun tak kalah menariknya. Mereka memilih tinggal di rumah selain karena alasan ideologis, juga karena ingin meluangkan waktu sebaik mungkin dalam mengurus suami dan mengasuh anak-anak, dengan kondisi tubuh dan pikiran tak terbagi.

Ada juga hal-hal yang berkebalikan dengan alasan wanita yang memilih berkarir atau bekerja. Seperti, penghasilan suami yang sudah cukup memadai, sehingga bekerj di luar rumah adalah hal yang dirasa belum saatnya, dan malah sama sekali tidak perlu.

Atau bisa jadi pilihan menjadi ibu rumah tangga karena tidak suka diatur-atur oleh orang lain, atasan misalnya. Atau kemungkinan cekcok dengan teman sekantor. Bisa juga karena suami tidak menginginkan bekerja. Atau mungkin karena alasan kesehatan.

Namun intinya, menjadi ibu rumah tangga tidak perlu merasa rendah diri, apalagi hidup dengan perasaan iri hati kepada para ibu yang bekerja. Sebab hal yang tidak bisa dinilai dengan apapun adalah jika kita bisa memberi perhatian pada anak sehingga tumbuh dan berkembang dengan baik, serta tujuan membentuk keluarga yang sakinah dapat tercapai.

Karir yang melesat dengan cepat, penghasilan besar dan kedudukan yang tinggi menjadi ukuran-ukuran yang bersifat artifisial jika kita gagal memberi pengaruh yang baik pada anak atau keluarga. Tentang perasaan iri kepada ibu yang bekerja, jangan salah, tidak sedikit dari mereka yang justru sangat ingin menjadi ibu rumah tangga yang full time di rumah, sehingga bisa menemani anak-anak lebih sering.

Pun dengan perkembangan teknologi yang kian maju, jika tetap mau bekerja bahkan mengembangkan karir atau mengaktualisasikan diri dan memberi kontribusi sosial, sebenarnya bisa dilakukan di rumah. Dan semua itu dapat dilakukan tanpa mengorbankan anak dan kepentingan anggota keluarga lainnya. Buku-buku tentang bagaimana bekerja dari rumah, saat ini juga cukup banyak di pasaran. Barangkali bisa menjadi alternative bagi sesama ibu yang saat ini masih bekerja dan ingin suatu hari bisa membuka usaha di rumah, untuk mulai membuat langkah-langkah investasi/perencanaan ke arah sana.

Bagi ibu rumah tangga full time, beberapa hal yang bisa dilakukan agar menjadi ibu rumah tangga yang bahagia namun tetap cerdas adalah banyak membaca dan menyerap ilmu pengetahuan yang bersumber dari buku-buku atau memilih tontonan televise atau siaran radio yang bermutu. Dengan begitu kita akan selalu berpikir kreatif dan bisa mengembangkan hobi-hobi baru yang inovatif, baik secara sendiri maupun bersama ibu-ibu lain yang tinggal dekat dengan kita.

Jangan lupa untuk selalu mensyukuri apa yang ada. Percaya Allah sudah memberikan karunia terbaik, maka tugas kita untuk menjaga amanah itu sebaik-baiknya. Hindari membanding-bandingkan diri, anak-anak atau kondisi dan pekerjaan suami denga keluarga lain. Sebab yang baik dan bagus bagi orang lain, belum tentu bagus dan cocok untuk diri kita.

Terakhir, bekerja atau full time di rumah, apa pun, jika dijalani dengan keikhlasan dan tetap dalam rambu-rambuNya, semoga bernilai ibadah yang menjadi tambahan kebaikan bagi bekal kita saat menghadapNya. Amin…


Sumber: Buku Sakinah Bersamamu, Belajar Bijak Berumah Tangga Melalui Cerita. Karya Asma Nadia.


0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.