Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

Tulus Vs Modus

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Iqtishod kembali menyelenggarakan kajian Direksi yang bertajuk “Tulus vs Modus” pada Selasa, 26 April 2016 bertempat di Masjid Andalusia Islamic Center. Kajian tersebut dibawakan langsung oleh ustadz Arijul Manan selaku pembina organisasi.

Dalam pembahasanya dikatakan bahwa tulus adalah ketika seseorang melakukan sesuatu tanpa mengharapkan apapun, tanpa pamrih, atau dengan kata lain adalah ikhlas dalam melakukan sesuatu dengan niat agar mendapatkan ridho Allah.

Perihal  niat yang ikhlas tercantum dalam pembuka hadits arba’in yang berbunyi:

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ” إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه “-  متفق عليه –

“Dari amirul mu’minin, Abi Hafs Umar bin al Khattab radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesuungguhnya setiap orang akan dibalas berdasarkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena ingin mendapatkan keridhaan Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada keridhoan Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya kerena menginginkan kehidupan yang layak didunia atau karena wanita yang dinikahinya maka hijrahnya akan bernilai sebagaimana  yang  dia niatkan”. Muttafaqun ‘alayhi.

Dalam hadits tersebut dapat dijelaskan bahwasanya apabila seseorang berniat karena untuk mendapatkan ridho Allah maka sesuatu yang ingin dicapai akan terwujud bahkan melebihi dari apa yang diinginkan. Karena barangsiapa yang menanam sesuatu maka sesuatu itulah yang ia dapatkan.
Sedangkan modus ialah melakukan sesuatu karena adanya maksud lain dan biasanya modus dikaitkan dengan hal-hal yang berbau negatif.

Dari penjelasan yang diberikan timbul beberapa pertanyaan yang diajukan oleh pendengar salah satunya adalah tentang bagaimana jika seseorang masuk organisasi dengan tujuan pertama adalah modus? Dalam hal ini pembicara menjawab, “bahwa memang dalam melakukan sesuatu harus ada yang dipaksakan seperti apabila tidak mengikuti perintah maka akan ada hukumannya. Meskipun awal niatnya tidak tulus namun hendaknya kita harus meluruskan niat”.

Ada hal yang perlu diketahui juga bahwasanya apabila seseorang melakukan sholat dengan niat tidak hanya untuk beribadah kepada Allah melainkan juga untuk mendapatkan pahala dan masuk surga, maka niat tersebut tetap diperbolehkan karena meskipun terdapat banyak niat dalam beribadah asalkan selaras maka diperbolehkan.

Oleh karena itu agar tidak terjerumus pada modus sebelum melakukan sesuatu hendaknya kita berniat hanya untuk Allah dan apabila ada niat yang lainnya maka hendaknya kita meluruskan niat tersebut agar apa yang kita kerjakan diterima Allah dan mendapatkan balasan berupa pahala.


Wallahu a’lam bisshowab.


Oleh: DI



0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.