Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

Konser Rasa Kemanusiaan



Ini melodi sebuah negeri. Negeri penyandang gelar terhormat. Rahim bagi para ulama. Rumah bagi jutaan syuhada. Sekitar delapan dasawarsa yang lalu, sejak runtuhnya supremasi kedaulatan umat Islam di Turki, gema perjuangan masih terus dikobarkan. Menjual harta dan nyawa demi membeli kebangkitan izzah.

Dan kini, walau darah terus melumuri pelosok negeri, dunia masih saja diam membisu. Bagai tempat pemakaman yang ramai tapi sunyi. Meniduri nyanyian hati.


Dialah Palestina. Negeri tempat persemayaman manusia-manusia bejiwa baja. Yang menerjang tiada gentar, memburu tiada ragu untuk menjaga Palestina. Tidak ada paksaan untuk terus bergerak, pun tidak ada hadiah pengganti luka-luka yang telah terpatri. Senantiasa tersenyum dan berbahagia, karena surga-Nya lah yang menjadi citanya.

Hari itu, tertanggal 8 Maret 2016. Gedung Graha Widya Wisuda Intitut Pertanian Bogor telah menjadi saksi atas deklarasi dukungan umat Islam di Bogor kepada negeri Palestina. Allahu Akbar, Allahu Akbar. Riuh-riuh suara takbir dikumandangkan. Meninggikan kalimat Ilahi, meneriakkan kebebasan atas Palestina.

Di atas panggung berwarna merah setinggi setengah meter, Komite Nasional untuk Rakyat Palestina berpadu dengan Opick, Melly Goeslaw, dan Ebieth Beat A memimpin lautan manusia melantunkan lagu perjuangan, membangkitkan rasa kemanusiaan yang selama ini tersungkur. Menghiasi seisi gedung dengan lambaian bendera Palestina-Indonesia.

Ah, benar-benar hari yang bersejarah. Tidak satupun bulu kuduk yang tidak berdiri menyaksikan gemuruh semangat yang menjalari seisi gedung. Peperangan yang terjadi di Palestina, bukan lagi perang antara dua agama yang saling memperebutkan tanah yang dijanjikan. Karena peperangan yang tidak memanusiakan manusia adalah sebuah penindasan. Maka hakikatnya ini adalah perang antara penjajah dan seluruh umat manusia.

Allah yang Maha Melihat
Maha Mendengar
Maha Mengetahui
Segala sesuatu untuk hidupku
Untuk hidupmu
Untuk hidup kita
( Ebieth Beat A, Sepucuk Surat Untuk Palestina )

Semoga Allah memberkahi total dana sekitar 650 juta yang terkumpul dalam konser amal tersebut.


Oleh: MAA


0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.