Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

DIREKSI #1





DIREKSI Al-Iqtishod “Adab Seorang Penuntut Ilmu sekaligus Pejuang Dakwah”
Sentul, Selasa 11 Oktober 2016.
            Kembali, Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod menggelar kajian rutin selasa sebagaimana yang sering dilakukan tiap minggunya. Kajian yang bertajuk Diskusi Sore Asik dan Menginspirasi atau kerap dikenal dengan DIREKSI kali ini tak lagi dibawah kendali Divisi Syiar, namun sudah menjadi program kerja resmi Divisi baru LDK Al-Iqtishod yakni Divisi Kajian Islam (KALAM).
Sebelum kajian dimulai, bertindak sebagai Ketua Divisi Kajian Islam yakni Akh Ikram Abdul Aziz membuka DIREKSI pertama LDK Al-Iqtishod. Tema kajian yang diangkat pada kesempatan kali ini adalah kajian adab, yaitu “Adab Seorang Penuntut Ilmu sekaligus Pejuang Dakwah” yang disampaikan oleh Ust Arijulmanan SS, M.H.I. Jamaah yang memenuhi area Lt.2 Masjid Andalusia tak hanya dari internal LDK sendiri, namun dari berbagai kalangan mahasiswa dan civitas akademika STEI Tazkia turut hadir mengikuti kajian ini.
Berikut Notulensi Kajian DIREKSI LDK Al-Iqtishod.
Sang Pemilik Ilmu mewajibkan kita (hambaNya) untuk menuntut ilmu, perintah tersebut tertuang dalam Q.S. Muhammad 47:19 Allah berfirman yang artinya :
"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq)  melainkan Allah dan mohonlah ampun bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.

Adapun hadist yang berbicara tentang kewajiban menuntut ilmu sbb :
"Barang siapa yang menginginkan kebahagian di dunia haruslah dengan ilmu
Barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan di akhirat juga harus dengan ilmu
Dan barang siapa yanh menginginkan kebahagian dunia akhirat juga harus dengan ilmu"

Tidak ada yang bisa dilakukan tanpa ilmu -Dr. Arijulmanan-
Suatu kata mutiara mengatakan : Al ilmu qoblal qoul wal amal (ilmu dulu sebelum berkata dan berbuat), nah jadi harus miliki ilmu dulu sebelum berkata dan berbuat.
Suatu perbuatan untuk bisa menjadi amal shalih apabila terpenuhi 2 hal berikut ini:
1. Dilakukan dengan cara yang baik dan benar
2. Dilakukan dengan niat yang baik

Bagaimana adab/etika dalam menuntut ilmu?
1.       Niat ikhlas karena Allah
Niat ituu...
Qashdu syai muqtarinah bifi'lihi
Niat bukan hanya di awal perbuatan
Niat juga bukan hanya sekedar bacaan (membaca niat)
Niat merupakan penggabungan seluruh potensi manusia yang meliput : potensi IQ, EQ, SQ
Karena kesadaran penuh maka niat akan menghasilkan
Niat yang baik = ikhsan dan ikhsan = ikhlas (niat untuk mencapai Ridho Allah)

2.       Untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya dan orang lain
Menuntut ilmu supaya kita tidak menjadi orang yang bodoh. Iyaa pasti dong. Orang yang menuntut ilmu akan menambah wawasan dan keimanan sehingga ia akan terlepas dari kebodohan dirinya juga orang lain
Dalil : "sampaikanlah dariku walapun cuma satu ayat" (HR. Bukhari)
3.        Berniat menuntut ilmu untuk membela kebenaran
Nah ini nih yang sering di salah gunakan, terkadang bahkan ada yang berniat menuntut suatu ilmu untuk mencelakakan orang lain, merugikan orang lain, hal seperti ini harus dijauhi dengan sejauh2nya dari pikiran kita, karena ilmu itu hakikatnya untuk memberikan kemaslahatan dan membela kebenaran bukan sebaliknya.
4.        Lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat
Perbedaan pendapat itu rahmat.
Dari perbedaan tersebut kita dapat lebih dalam memahami ilmu agar tidak salah dalam mencerna pendapat yang disampaikan orang lain.  Dengan memperbanyak baca, banyak diskusi akan memudahkan kita bisa menerima perbedaan pendapat juga mengambil keputusan mana pendapat yang shohih dan pendapat yang asal ucap tanpa ada dasar yang dibenarkan dalam Islam

5.        Mengamalkan ilmu yang telah didapat
Orang yang berilmu tidak dikatakan berilmu apabila ia tidak mengamalkan dan ilmu itu kalau tidak di amalkan bagaikan pohon tak berbuah. Ilmu itu semakin kita banyak memberi maka semakin banyak pula ilmu yang kita peroleh.
6.        Menghormati para guru/ulama dan memuliakan mereka
Pada zaman kontemporer saat ini, guru bisa menjadi orangtua, sahabat, temen curhat dan sbd. Tapi perlu di garis bawahi, meskipun kita menganggap seperti itu maka letakkanlah guru tetap menjadi orang yang harus kita hargai
7.       Mencari kebenaran dengan sabar
Untuk mencari kebenaran itu tidak mudah, akan ada banyak persepsi yang mengecohkan perhatian kita dan membuat kita bingung mana yang benar dan sabar
Oleh karena itu, kesabaran harus melangkah bersama kita, karena jika tidak sabar bisa jadi apa yang kita dapat merupakan suatu yang tidak benar adanya

🔻 Cara memilih ilmu
Memilih yang lebih baik dan ilmu yang sedang dibutuhkan dalam urusan agama.
Utsuluts tsalasah
1. Ilmu tentang Allah beserta dalilnya.
2. Ilmu tentang nabi beserta dalil
3. Ilmu tentang dinul islam (rukun iman, islam) beserta dail
🔻 Cara memilih guru :
Pilihlah guru yang lebih alim (pandai), wara (menjaga harga diri), lebih tua
🔻 Cara memilih teman belajar:
Pilih teman yang rajin, wira'i (memelihara diri dari yang haram), bertabiat benar dan saling pengertian, jauhilah teman yang malas, banyak bicara sia-sia, perusak dan tukang fitnah

Adapun hal yang perlu diketahui lagi adalah komitmen muslim terhadap islam
Ada 5 komitmen seorang muslim terhadap agama islam, yaitu:
1. Mengimani islam
2. Mengilmui islam
3. Mengamalkan islam
4. Mendakwahkan islam
5. Bersabar dalam berislam


Red : Divisi Syiar LDK Al-Iqtishod

0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.