Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

DIREKSI 22 November 2016


DIREKSI Al-Iqtishod : “Pemimpin Wajib Muslim: antara Dogma, fakta dan realita
Sentul, 22 November 2016 



Lembaga Dakwah Kampus Al-iqtishod kembali menggelar kajian rutin selasa yang biasa dilakukan oleh Divisi Kalam. Salam hangat yang diberikan oleh Divisi kalam Al-iqtishod kali ini memberikan menumbuhkan kobaran semangat dan geliat untuk berada di majelis ilmu kepada para kader dan jamaah setia kajian ini.

Pada kesempatan kali ini juga divisi kalam memberikan tema yang berbeda dan sangat menginspirasi yaitu Pemimpin Wajib Muslim: antara Dogma, Fakta, dan Reaita. Untuk mengetahui lebih jelas juga mengingatkan kita kembali pada peristiwa besar yang baru dialami oleh umat islam di Indonesia, yaitu AKSI DAMAI 411. Peristiwa ini sangat berkaitan dengan Al-Maidah: 51 yang didalmnya menjelaskan bahwa Pemimpin Itu Wajib MUSLIM!

Tema DIREKSI yang luar biasa kali ini disampaikan oleh Ust. Syuhada yang seperti biasa berpusat di Lantai 2 Masjid Andalusia Islamic Centre. Beliau merupakan pimpinan ponpes Az-Zikra yang merupakan korlap Az-Zikra aksi 411, dan selalu ikut dalam koordinasi dengan pusat GNPF (Munarman) sebagai korlap pusat. pembicara yang runut menjelaskan tentang kisah Nabi Adam AS dalam ayat al-qur’an yang berkesinambungan dengan karakter pemimpin Indonesia sekarang.


Berikut Notulensi Kajian DIREKSI LDK Al-Iqtishod


Dalam Islam pemimpin disebut dengan Khalifah. Secara istilah Khalifah adalah orang yang bertugas menegakkan syariat Allah SWT, memimpin kaum muslimin untuk menyempurnakan penyebaran syariat Islam dan memberlakukan kepada seluruh kaum muslimin secara wajib, sebagai pengganti kepemimpinan Rasulullah SAW.


Dalam kepemimpinan sendiri, ust. Syuhada memberikan penjelasan tentang arti dari kepemimpinan itu sendiri dengan merujuk kepada kisah Nabi Adam As yang ada di dalam al-qur'an. Dari awal penciptaan nabi Adam sampai di keluarkannya dari surga untuk menjadi khalifah Allah di bumi.


Ø  Al-Baqarah (30-35) menjelaskan tentang penciptaan Adam, kenikmatan di Syurga, Malaikat bersujud kepada Adam, Penolakan dan kesombongan Iblis juga larangan untuk mendekati sebuah pohon.


Ø  Thaha (117) Allah berfirman bahwa Iblis adalah musuh bagi Adam dan Isrinya, peringatan agar tidak terjerusmus dalam tipu daya iblis sehingga dia bisa mengeluarkan mereka berdua dari Syurga.


Di dalam ayat ini sama halnya dengan proses yang terjadi di pengadilan si penista agama (Ahok), didalamnya terdapat juru bicara  memberikan kesaksian yang menjerumuskan secara halus yang membuat pengadilan berfikir dua kali untuk menindak lanjuti kasus ini. Tetapi dengan pertolongan Allah, Allah memberikan kemudahan-kemudahan dengan menghadirkan para saksi dan juru bicara yang berbalik memihak kepada umat islam di pengadilan.


Ø  Al-A’raf (20-22) menjelaskan tentang kerja setan dalam menjerumuskan adam dan hawa dengan tipu daya halus yang digunakan iblis untuk mendekati pohon yang dilarang oleh Allah sehingga setan berhasil membujuk maka tampaklah aurat mereka.


Ø  Al-Baqarah (38) Proses dikeluarkannya Adam dan Hawa dari Syurga. Allah berfirman” Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-KuSiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, Tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.”


Ø  Al-Ahzab (72) ketika Adam sudah turun ke bumi dan menerima amanat dari Allah untuk menjadi khalifah dimuka bumi.


Ø  Adz-Dzariyat (56) menjelaskan tentang perintah untuk beribadah kepada Allah


Ø  Fathir (39) Allah berfirman “Dialah yang menjadikanmu sebagai khalifah-khalifah di bumi. Barang siapa kafir, maka (akibat) kekafirannya akan menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya menambah kemurkaan disisi Tuhan mereka. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kerugian mereka belaka.”


Ø  Luqman (20)


Ø  Annisa (59) Perintah untuk menaati Allah, Rosul, dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan). Jika terjadi perbedaan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah kepada Allah (Al-qur’an) dan Rosul ( Hadits). Karena pemimpin yang utama adalah Allah SWT.


Hakikat Kepemimpinan:


1.      Kepedulian


2.      Amanah dan Tanggung jawab (At-Taubah:128)


3.      Pengorbanan


4.      Kerja Keras


5.      Pelayanan


6.      Keteladanan dan Kepeloporan


“Jika amanat sudah disepelekan maka tunggulah waktunya”---(HR. Bukhori 6015)


Kesimpulan : Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman hidup umat Islam sudah mengatur sejak awal bagaimana seharusnya kita memilih dan menjadi seorang pemimpin., kepemimpinan dalam pandangan Al-Quran bukan sekedar kontrak sosial antara sang pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara dia dengan Allah swt. Kepemimpinan adalah amanah, titipan Allah swt, bukan sesuatu yang diminta apalagi dikejar dan diperebutkan. Sebab kepemimpinan melahirkan kekuasaan dan wewenang yang gunanya semata-mata untuk memudahkan dalam menjalankan tanggung jawab melayani rakyat. Pemimpin juga dituntut untuk memahami kehendak dan memperhatikan penderitaan rakyat. Sebab dalam sejarahnya para rasul tidak diutus kecuali yang mampu memahami bahasa (kehendak) kaumnya serta mengerti (kesusahan) mereka.


 

Red: Divisi Syiar LDK Al-Iqtishod 

 

0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.