Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

DISDUS #3


DISDUS Al-Iqtishod : "Ibuku Seorang Murobbi"
Sentul, 07 Desember 2016 

“Imam Syafii hebat karena Ibunya seorang Murabbiyah” Itulah salah satu statement singkat yang diberikan oleh Usth. Fauziah, S.Pd.I., M.Pd. Selaku pembicara pada acara Disdus kali ini. Rabu, 7 Desember 2016, Divisi Annisa kembali mengadakan acara rutin bulanannya yang diselenggarakan di ruang 1.3 pukul 16:00 WIB, dikampus tercinta kita STEI TAZKIA.
Acara Disdus pada kesempatan kali ini mengusung tema “Ibuku Seorang Murabbi”. Terlihat sekali antusias yang berbeda dari para akhwat, mereka terlihat sangat penasaran akan kandungan dari isi tema disdus ini. Faktor lain yang membuat para akhwat ini bersemangat adalah gertakan dari usth. Fauziah itu sendiri. Beliau memiliki selera humor yang sangat baik, disetiap materi yang beliau sampaikan selalu ada selingan-selingan humor membuat seisi ruangan 1.3 terasa lebih hangat dan penuh akan tawa. 
Acara Disdus ini dibuka dan di bawakan oleh Ukh. Sinda selaku Mc. Selanjutnya pembacaan ayat suci Al-qur’an oleh Ukh. Farah. Agenda berikutnya Mc langsung memberikan kesempatan kepada pembicara untuk memberikan materi-materi, diawali dengan dibacakannya biografi dari pembicara itu sendiri.
Di awal acara, pembicara bercerita tentang Imam Syafi’i dan keberhasilan seorang ibu dari imam besar tersebut. Sebelumnya, ada baiknya kita mengenal lebih dekat sejarah dari Imam Syafi’i. 
Imam Syafi’i memiliki nama asli Abu Abdullah Muhammad bin Idris asy-Syafi'i al-Muththalibi al-Qurasyi. Beliau dilahirkan di Askhelon, Gaza, Palestina. Dan meninggal di fusthat, Mesir. Beliau adalah seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri mazhab Syafi'i. Imam Syafi'i juga tergolong kerabat dari Rasulullah, ia termasuk dalam Bani Muththalib, yaitu keturunan dari al-Muththalib, saudara dari Hasyim, yang merupakan kakek Muhammad.

Cerita singkat tentang kelahiran imam syafi’i.

Idris bin Abbas menyertai istrinya dalam sebuah perjalanan yang cukup jauh, yaitu menuju kampung Gaza, Palestina, di mana saat itu umat Islam sedang berperang membela negeri Islam di kota Asqalan.
Pada saat itu Fatimah al-Azdiyyah sedang mengandung, Idris bin Abbas gembira dengan hal ini, lalu ia berkata, "Jika engkau melahirkan seorang putra, maka akan kunamakan Muhammad, dan akan aku panggil dengan nama salah seorang kakeknya yaitu Syafi'i bin Asy-Syaib."
Akhirnya Fatimah melahirkan di Gaza, dan terbuktilah apa yang dicita-citakan ayahnya. Anak itu dinamakan Muhammad, dan dipanggil dengan nama "asy-Syafi'i".
Kebanyakan ahli sejarah berpendapat bahwa Imam Syafi'i lahir di Gaza, Palestina, namun di antara pendapat ini terdapat pula yang menyatakan bahwa dia lahir di Asqalan; sebuah kota yang berjarak sekitar tiga farsakh dari Gaza. Menurut para ahli sejarah pula, Imam Syafi'i lahir pada tahun 150 H, yang mana pada tahun ini wafat pula seorang ulama besar Sunni yang bernama Imam Abu Hanifah.
Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Sesungguhnya Allah telah mentakdirkan pada setiap seratus tahun ada seseorang yang akan mengajarkan Sunnah dan akan menyingkirkan para pendusta terhadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Kami berpendapat pada seratus tahun yang pertama Allah mentakdirkan Umar bin Abdul Aziz dan pada seratus tahun berikutnya Allah SWT menakdirkan Imam Asy-Syafi`i." (Sumber: Wikipedia).

Berikut Hasil Notulensi Kajian Rutin Bulanan Disdus Annisa LDK Al-Iqtishod

Imam Syafi’i sudah hafal Al-qur’an sejak usia 7 tahun, menghafal ribuan hadits sejak usia 9 tahun, dan menjadi mufti (Imam besar) sejak usia 14 tahun (Sebelum baligh). Singkat cerita, ketika itu Imam Syafi’i mengajarkan murid-murid yang umurnya lebih tua diatas beliau. Pada saat itu Imam Syafi’i sedang mengajar di bulan ramadhan,  Imam Syafi’i meminum satu gelas air. Lalu, muridnya bertanya kepada Imam Syafi’i. “Kenapa engkau meminum segelas air dibulan ramadhan?”. Imam Syafii menjawab: “Saya minum karena saya belum baligh seperti kalian.” Bisa dibayangkan di umur 14 tahun, Imam syafi’i sudah menjadi imam besar dan mengajarkan ilmunya kepada orang-orang yang sejatinya berusia lebih tua diatas beliau.
Imam Syafi’i adalah anak dari Fatimah Binti Ubaidillah, Istri dari Idris bin Abbas, seorang pemuda Wara’. Fatimah binti Ubaidillah adalah seorang wanita yang senantiasa menjaga kebersihan dan kesuciaannya lahir dan batin. Ia juga seorang wanita yang senantiasa menjaga kehalalan setiap makan dan  beliau juga selalu memilihkan sekolah dan guru terbaik.

Ibu itu adalah Murobbiyah. Apa itu Murobbiyah?
1.  Murobbiyah adalah Ustadzah yng artinya Madrasatul Ula bagi anaknya. Seorang ibu sangat berperan bagi perkembangan anaknnya dimasa yang akan datang dalam mengajarkan agama, sholat, tauhid, mengaji dan wudhu sejak dini. Untuk itu perbaiki ibadah kita dan amalan-amalan kita dari sekarang, untuk mempersiapkan diri kita menjadi ibu yang baik bagi anak-anak kita nanti.
2.   Murobbiyah adalah syaikh, Ibu adalah tempat anak bertanya tentang dunianya. Jangan salahkan apabila anakmu kritis, anak kritis artinya dia cerdas. Jawablah setiap pertanyaannya dengan jawaban yg cerdas. Bersiaplah menghadapi pertanyaan sekecil apapun, sepele apapun, karena itu yg membangun kecerdasan anak. Karena itu, untuk menjadi seorang ibu kamu harus memperdalam ilmu, belajar sabar, dan menyiapkan jawaban cerdas untuk pertanyaan tak terduga si kecil.
3.   Murobbiyah adalah komandan, Dia yang memegang kendali anaknya, dia yang mengatur agar si kecil tidak melenceng dan tetap aman. Harus teguh, tegas, tapi tetap dengan cinta.
4.      Murobbiyah adalah sahabat. Seorang ibu harus bisa menjadi teman pertama bagi anaknya. Tempat dia mengadu dan berkeluh kesah. Ikuti setiap perkembangan anak agar kamu bisa selalu menjadi teman di setiap perkembangannya. Teman juga tempat memberi dan berbagi, tapi dengan anak, kamulah yg harus selalu memberi dan sabar menghadapinya. Dimulai dengan menjadi sahabat yang baik bagi teman-temanmu. Ibu yang baik bisa dilihat dari bagaimana dia bersosialisasi dan memperlakukan teman-temannya. Oleh karena itu, jadilah sahabat yang baik bagi temanmu, maka kelak kamu akan menjadi sahabat yang baik bagi anakmu.
*Salah satu syarat menjadi ibu yang murabbi adalah harus pernah menjadi mutarabbi.

Profil Muslimah Calon Ibu Ideal.

Jasadiyah
-          Memakan makanan yang halal
-          Menghindari sumber penyakit
-          Riyadhah
-          Menjaga penampilan
Fikriyah
Calon ibu harus cerdas secara Reseptif dan Produktif
-          Reseptif : Membaca dan menyimak
-          Produktif : Menulis dan berbicara
Ruhiyah
-          Niat : Dengan cara menjaga niat dan memperbarui niat.
-          Sabar : Selalu sabar dalam ketaatan dan sabar dalam meninggalkan maksiat.
-          Tarbiyah : Menjadi mutarobbiyah dan menjadi murobbiyah.
-          Tawakal : Proses maksimal dan berserah diri dengan sempurna.

Perampok waktu kita :
-          Selalu menunda-nunda pekerjaan
-          Telepon
-          Televisi
-          Transportasi
-          Tamu tak diundang
-          Pertemuan
-          Kurangnya rencana harian
-          Melakukan sesuatu secara emosional
-          Tidak bisa mengatakan tidak
-          Kebiasaan hidup yang tidak baik.

Wallahu A’laam Bish-Showwaab… Wallahu Waliyyut Taufiq….

Setelah diisi materi yang dibawakan dengan sangat menarik dan semangat oleh usth. Fauziah, beliau menutup nya dengan kata-kata singkat “Ta’aruf  lebih baik daripada chatting”. Selanjutnya acara yang penuh inspirasi dan berguna sebagai modal kita menjadi seorang ibu ini ditutup dengan pembacaan doa oleh Ukh. Ulfah Sumayyah dan pemberian plakat kepada pembicara.
Semoga bisa memberikan manfaat untuk kita semua, serta bisa menjadi acuan untuk senantiasa memperbaiki amalan wajib kita dan amalan-amalan sunnah lainnya. Semangat menjemput keberkahan. Barakallahu fikum.






RED: Divisi Syiar LDK Al-Iqtishod   





 


 
 
 










 




 



0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.