Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

Jum'at Kubro di Penghujung Tahun




Aksi bela Islam super damai 212, sesuai dengan labelnya super damai. Tidak ada kerusuhan, tidak ada kerusakan setelahnya. Aksi untuk mengetuk pintu langit, dengan do’a, dzikir, yang dipanjatkan berjama’ah oleh 7,4 juta jiwa ummat islam, pada 2 Desember 2016 di Monumen Nasional. Aksi bela islam III ini, berbeda dengan aksi sebelumnya. Aksi dengan rangkaian acara dzikir, shalawat, mendengarkan tausiyah dari para habaib dan ulama, membaca alquran, berdo’a bersama, kemudian ditutup dengan shalat jumat. Aksi yang berbeda dari aksi manapun yang pernah terjadi di muka bumi ini, yang kemudian menorehkan sejarah baru ummat islam, yaitu shalat jumat terbesar sepanjang sejarah. Semoga ini menjadi tanda kebangkitan ummat islam di Indonesia.
Aksi yang mencerminkan islam yang sesungguhnya, islam yang damai. Lihatlah, dengan mata dan hati, tak ada kerusuhan, padahal pesertanya berjuta ummat, tak ada pula satu pohonpun yang tumbang, tak ada taman yang rusak akibat terinjak-injak, tak ada sampah yang berserakan. Semua damai, aman, dan terkendali. Hal ini yang sesungguhnya islam ajarkan. Rasulullah saw berwasiat saat akan berangkat perang mu’tah, “jangan mengganggu orang yang sedang beribadah, jangan merusak tempat peribadatan, jangan membunuh anak-anak,wanita dan orang tua, serta jangan merusak pepohonan”. Lihatlah, ini sungguh dilaksanakan oleh peserta aksi 212 itu.
Berjuta ummat yang hadir saat itu, siapakah gerangan yang mendatangkan?, Allah, Allah yang mendatangkan. Tidak ada satupun partai politik yang bisa mendatangkannya, tidak satupun ormas, tidak satupun manusia yang kuasa mendatangkannya, tidak pula uang dapat mekndatangkannya. Hanya Allah yang kuasa, Allah getarkan hati-hati orang mukmin dari seluruh penjuru negeri, untuk memenuhi kewajibannya membela kalamNya, membela agamaNYa, membela aqidah islam, dengan menyuarakan penegakkan keadalian untuk sang penista agama. Padahal sebelumnya sudah ada fatwa haram dari seorang tokoh, fatwa bid’ah dari seorang ulama, stigma makar dari polisi, tebar selebaran dari helikopter, boikot transportasi dari aparat. Mereka tak peduli dan tetap saja datang, karena telah Allah gerakkan hatinya.

Matahari seperti menyembunyikan teriknya, dan awan terus menaungi sejak pagi hari. Udara sejuk, sangat berbeda dengan Jakarta setiap harinya. Ini menjadikan suasana lebih khusyu dan syahdu untuk bermunajat kepadaNYa. Ketika berjuta ummat sedang menengadah ke langit, meminta pertolongan Sang Maha Agung itu, hujan turun dengan lembut dengan angin semilir, seolah Allah sengaja mengirim air wudhu untuk 7,4 juta jamaah. Tidak ada gelegar sama sekali, tidak ada satupun sambaran kilat, tidak juga tiupan angin kencang, hujan hanya turun begitu saja, dengan ritme yang perlahan membasuh tanah serta tubuh-tubuh yang kelelahan. Hari jumat adalah hari mustajab untuk berdo’a, ketika hujanpun adalah waktu yang mustajab untuk berdo’a, jutaan ummat berjamaah berdo’a di hari jumat di bawah guyuran hujan, semoga menjadi do’a yang mustajab. Aamin yaa rabbal ‘alamin.
Ada salah satu ungkapan Sayyid Kutub, yaitu “Hidup di bawah naungan alquran adalah kenikmatan. Nikmat yang tidak bisa dimengerti, kecuali oleh orang yang merasakannya. Nikmat yang mengangkat harkat usia, memberkahinya, serta menyucikannya”. Kenikmatan ukhuwah aksi 212 dibawah naungan pembelaan terhadap alquran, hanya bisa benar-benar dirasakan oleh orang-orang yang hadir saat itu. Kenikmatan yang selalu teringat dalam ingatan, dan terpatri dalam qolbu. Aksi ini mengingatkan yang lalai, dan memberitahu yang tidak tahu, bahwa alquran pedoman hidup yang menjadikan hidup indah dan damai. Harus ada hikmah yang di ambil dari aksi ini, karena esensinya bukan hanya turun ke jalan, melainkan sebagai refleksi untuk menambah keimanan kepada Allah SWT, menambah kecintaan terhadap alquran dengan memperbanyak tilawah dan mentadabburinya. Agar cinta kepada Alquran bukan hanya saat Alquran dilecehkan saja, melainkan cinta yang terpatri sepanjang hayat. 

Red : Tim Pers Syiar LDK Al-Iqtishod

0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.