Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

[Press Release] DIREKSI AL-IQTISHOD (21/02)


Menuju Manusia yang Sempurna Dimata Allah SWT
Sempurna adalah kata yang menurut banyak orang adalah sesuatu yang tidak akan mungkin dicapai oleh seseorang, banyak manusia yang kadang mengeluh “apa salah saya sehingga memiliki jalan hidup seperti ini?” “mengapa saya terlahir tidak seberuntung orang banyak?” maka kutipan ‘manusia tidak ada yang sempurna’-lah yang dipegang sebagian besar orang untuk menjawab pertanyaan itu, padahal pada hakikatnya manusia sudah diciptakan sempurna oleh Allah SWT namun, pandangan manusia yang menilai sempurna hanya terdapat pada fisik sajalah yang membuat banyak orang menjadi jauh dari rasa bersyukur, walaupun sebenarnya, manusia terlahir di dunia ini hanyalah semata-mata untuk menjadi makhluk yang sempurna  dimata Allah SWT.
Menyangkut hal ini, kajian rutin LDK Al-Iqtishod yang diselenggarakan oleh divisi Kalam pada hari Selasa tanggal 21 Februari 2017 kemarin membahasnya bersama Dr. Abdurrahman Misno B.P.. MEI sebagai pembicara, dan berikut adalah notulensi kajian direksi LDK Al-Iqtishod:
Pertama, Allah SWT telah jelas-jelas berfirman dan menyatakan bahwa Ia menciptakan manusia dengan sempurna.
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (Qs: At-Tin: 4)
Kedua, manusia diciptakan dengan 3 unsur penting, yaitu; akal, hati dan keseimbangannya dengan jasad yang membuat manusia dikatakan tercipta istimewa dan sempurna dibandingkan makhluk Allah yang lain. Kesempurnaan manusia juga dapat membawa manusia kepada surga Allah SWT, karena sudah disebutkan pada surat Al-Baqarah ayat 35, bahwa sesungguhnya manusia layak untuk menempati surga Allah setelah kehidupan di dunia kelak.
Keempat, kesempurnaan manusia bisa saja tercoreng karena ulah iblis dan balatentaranya, mereka benci dengan kesempurnaan manusia dan berusaha mengecohkannya melalui 3 unsur istimewa yang dimiliki manusia, entah itu melalui akal, hati yang membuat raga menjadi melakukan perbuatan yang disenangi iblis.
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus” (Al-A’raf: 16)
Akibat perbuatan iblis dan kurangnya keimanan kita kepada Allah SWT lah yang kemudian membuat manusia sengsara didunia. Mereka akan menggoda manusia agar tidak dapat menyeimbangkan antara hati, akal dan jasad. Tidak ada keseimbangan inilah yang membuat manusia tidak sempurna seutuhnya dimata Allah dan membuat mereka dengan mudah melakukan penyimpangan-penyimpangan yang dibenci Allah dan akhirnya dapat dengan mudah menjerumuskan mereka kedalam neraka Allah SWT.
Kelima, pemeliharaan keseimbangan ke 3 unsur dalam melaksanakan aktivitas adalah penting bagi manusia, maka dari itu ada 3 proses yang perlu dilakukan untu menjadi hamba Allah yang sempurna dimata-Nya dan terhindar dari api neraka.
1.      Takwa, yang berarti meluruskan niat kepada Allah SWT dalam melaksanakan setiap perbuatan. Aktivitas apapaun yang ingin dilaksanakan, pastikanlah hanya memiliki kesangkutpautan dengan Allah SWT dan diri sendiri tentunya, karena apapun perbuatan yang diniatkan lurus untuk mendapatkan ridho Allah, niscaya akan membawa kepada kebahagiaan dan kesejahteraan.
2.      Persiapkan dan perhatikan hal-hal apasajakah yang ingin disediakan untuk hari esok. Hal-hal yang bermanfaat harus dipersiapkan dan dilakukan oleh hamba Allah untuk memenuhi kebutuhannya di dunia dan juga untuk bekalnya di akhirat kelak, dan alangkah baik jika melakukannya dengan menikmati proses, dan menikmati proses adalah kunci dalam melaksanakan langkah ini, karena dengan menikmati proses akan menjauhkan dari kesengsaraan dan menghadirkan rasa syukur tiada henti kepada Allah SWT.
3.      Tawakal, apabila mengalami kegagalan dalam melakukan usaha untuk mencari ridho Allah, maka tawakal lah kuncinya, tawakal akan menciptakan keyakinaan bahwa kegagalan ini adalah jalan dari Allah SWT, dan mengetahui bahwa takdir yang diberikan Allah adalah berisi kebaikan, sehingga memunculkan rasa tegar dalam menghadapi kegagalan, tidak terjebak pada perasaan menyesal yang lama dan mudah untuk bangkit lagi.
Menjaga keseimbangan antara akal, hati dan jasad adalah hal yang penting dilakukan oleh hamba Allah, dan untuk mencapainya, poin-poin diatas bisa menjadi pegangan dan dapat diaplikasikan dalam menjalankan kehidupan sekaligus mendapatkan ridho Alllah SWT. Semoga press release diatas dapat meyakinkan kita sebagai hamba Allah untuk tetap bersyukur dengan keadaan diri kita dan berusaha lebih keras untuk menjadi insan yang  sempurna di mata Allah.
Foto: Penyerahan Cinderamata dari Kadiv KALAM (Akh Ikram Abdul Aziz) kepada Pembicara Direksi (Dr. Abdurrahman Misno B.P.. MEI)

Oleh: Tim Pers Syiar LDK Al-Iqtishod

0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.