Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

DISDUS Annisa #4

Ibu, Sekolah Pertama Bagi Anaknya
                
Dalam Islam, menggali ilmu untuk bekal menjadi Ibu yang sesuai dengan ajaran Islam adalah sebuah kewajiban seluruh kaum hawa, bukan tidak memiliki tujuan, melainkan untuk menghasilkan keturunan yang baik untuk penerus agama dan negara.
                Tentu, memiliki keturunan yang baik serta berguna bagi orang banyak tidak bisa dicapai secara instan, perlu melalui tahap yang panjang dan mendasar, tetapi apabila dilakukan dengan mengharap pahala dan ridha dari Allah, niscaya semua itu akan menjadi nikmat saat dijalani. Melihat hal ini, LDK Al-Iqtishod membuka forum Disdus (DiskusiSolutif Seputar Dunia Muslimah) pada hari Rabu (15/03) kemarin yang bertempat di Kampus STEI Tazkia dengan tema “Al-Madrasatul Ula” (Ibu Sebagai Lembaga Pendidikan Pertama Untuk Anak) bersama Mega TR Luik, S.E. sebagai pembicara. Ada beberapa hal penting yang dibahas dalam diskusi ini guna menjadi ibu yang berakhlak baik untuk anak-anaknya, antara lain:
Pertama, kenal lebih dalam Allah SWT terlebih dahulu. Poin ini adalah hal terpenting dan mendasar, karena pada tahap inilah semua amal perbuatan manusia dinilai. Maka, sebelum melakukan suatu amalan harus dibarengi dengan kelurusan niat karena Allah SWT semata.
Kedua, dalam beribadah harus memiliki 3 unsur ini:
a.       Niat,
b.      Ittiba’ (mengikuti sunnah Rasulullah),
c.       Ikhlas (semua dilakukan karena Allah SWT semata).

Ketiga, carilah ilmu agama, kuatkan aqidah yang kemudian akan membuahkan pada keinginan dalam memperbaiki kualitas ibadah. Hal tersebut dapat diawali dengan mendatangi kajian-kajian. Tapi, tetap harus disertai dengan ketelitian, seperti perhatikan dahulu struktur kajiannya, adanya kejelasan dalam mengambil sumber buku dan siapa pembicaranya.
Keempat, menjadi muslim yang teladan dan cerdas, dengan memandang suatu hukum dengan jeli, seperti:
a.     Dalam ibadah, maka carilah dalil yang memerintahkan, bila tidak ada dalil yang menganjurkan amal ibadah tersebut maka lebih baik ditinggalkan.
b.     Dalam muamalah, carilah dalil yang mengharamkan, bila tidak ada dalil yang mengaharamkan amal perbuatan tersebut maka lakukan.
Kelima, jalankan sunnah-sunnah Rasulullah, seperti sabda beliau, yaitu: “Ikutilah aku, maka kamu akan dicintai Allah SWT (selamanya), dan Allah SWT akan mengampunimu (selamanya).”
Keenam, Ibu yang baik menyiapkan:
a.       Aqidah
b.      Akhlak
c.       Ibadah
d.      Ilmu
                Empat hal diatas adalah unsur-unsur yang menjadi dasar seseorang untuk menjadi insan yang baik, keutuhan empat hal diatas harus ada dalam diri seorang anak sejak kecil.

Ketujuh, Mendidik anak dengan lemah lembut. Mendidik anak adalah termasuk proses terpenting yang harus diperhatikan, karena pada tahap inilah seorang ibu akan menjalani praktik yang sebenarnya. Mendidik dengan kelembutan yang disertai dengan ketegasan dalam penempatan waktu yang tepat, dapat menumbuhkan sifat sabar dan kedisiplinan pada anak, karena perbuatan yang dicontohkan orang tua akan sangat mudah ditiru oleh anak. Anak pada dasarnya adalah sesuatu yang bersih dan polos, apabila orang tua mengisi kepribadian anak tersebut dengan kasih sayang dan budi pekerti, niscaya akan baik pula sifat anaknya.
               
                Seorang muslimah bukan hanya berkewajiban menjadi Ibu yang teladan, namun juga dituntut menjadi Istri yang berbakti pada Suaminya. Pembicara juga menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan sebagai seorang istri.
Pertama, seorang Istri alangkah baiknya apabila berdiam diri di dalam rumah apabila tidak ada kepentingan mendesak untuk keluar, kecuali didampingi oleh suami.
Kedua, berdandan dan berhias didepan suami dan tampil seadanya diluar. Penampilan cantik seorang istri yang berhias adalah hak para suami.Tidak dibenarkan dalam islam seorang wanita yang bersuami mengumbar penampilan istimewanya untuk laki-laki lain selain suaminya.
Ketiga, jangan mengundang obrolan bersama laki-laki lain yang bukan muhrim selain itu adalah sesuatu yang mendesak. Laki-laki juga memiliki perasaan cemburu, maka alangkah baiknya seorang istri menjaga hati suami.
Keempat, tutup pintu dan celah setan untuk masuk kerumah disaat sendiri. Niscaya salah satu prestasi terbesar setan adalah memisahkan hubungan suami-istri.
               
                Menjadi Istri dan Ibu yang baik bagi suami dan anak-anaknya sudah pasti menjadi dambaan seluruh muslimah yang taat. Mereka akan berusaha lebih untuk merubah diri menjadi muslimah yang baik untuk suami dan yang terpenting dapat menjadi budi pekerti bagi anak-anaknya guna bekal anak tersebut dapat tumbuh menjadi pemuda-pemudi yang takut pada Allah, taat pada agama, cerdas dan berakhlak baik. Semoga Allah SWT menjaga langkah-langkah kita sebagai muslimah agar terhindar dari godaan-godaan setan dan kelak dapat menjadi Istri dan Ibu yang baik agar tercipta sebuah keluarga yang Sakinah Mawaddah Warrahmah.


Oleh: Tim Pers Syiar LDK Al-Iqtishod

               

0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.