Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod STEI Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Bergabung dengan sahabat lainnya di page facebook, twitter dan instagram untuk update artikel keren dan artwork awesome.

[Press Releas] DIREKSI AL-IQTISHOD (14/03)


”Pemuda Masa Lalu dalam Perspektif Pemuda Masa Kini”


Divisi KALAM Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Iqtishod mengadakan kajian rutin yang diselenggarakan pada hari selasa tanggal 14 Maret 2017 tepatnya pukul 16.00 WIB. Kajian kali ini bertempat di gedung perkuliahan STEI Tazkia, lantai 3 ruang 3.4. Berbeda dengan kajian-kajian sebelumnya yang bertempat di lantai dua masjid Andalusia atau ruang perkuliahan 3.1 yang memiliki ruangan yang luas, kali ini dengan ruangan yang lebih kecil sehingga peserta padat memenuhi kursi di dalam ruangan.

Kajian yang diselenggarakan pada hari Selasa 14 Maret 2017 ini, mengusung tema “Pemuda Masa Lalu dalam Perspektif Pemuda Masa Kini”, dengan pembicara Ust. Rizqi Zakiya S.E.I. Kajian ini mengupas pemuda terdahulu dalam aplikasi pergerakan masa kini. Lalu, siapakah pemuda masa lalu itu?, berikut notulensi kajian DIREKSI LDK Al-Iqtishod:

المُحَافَظَةُ عَلَى الْقَدِيْمِ الصَّالِحْ وَ الْأَخْذُ بِالْجَدِيْدِ الْأصْلَحْ
”Memeliharatradisi lama yang baikdanmengambiltradisibaru yang lebihbaik”
*Al-Kahfiayat 13

Allah menyebutkan bahwa mereka adalah segolongan kaum muda yang menerima perkara yang hak dan mendapat petunjuk ke jalan yang lurus dari guru-guru mereka yang saat itu telah durhaka dan tenggelam ke dalam kebatilan dan menjadi sesat. Karena itulah kebanyakan orang yang menyambut baik seruan Allah dan RasulNya adalah dari kalangan kaum muda. Demikianlah Allah swt menceritakan tentang para penghuni gua, bahwa mereka semua terdiri dari kalangan kaum muda.

وَزِدْنَاهُمْ هُدَى
“… dan Kami tambahkankepadamerekapetunjuk”.

Dengan berlandaskan kepada dalil ayat ini, sebagian para imam, seperti imam Bukhori dan lain-lainnya- berpendapat bahwa iman itu berbeda-beda tingkatannya, dan iman  itu dapat bertambah dan berkurang. Dan do’a seseorang yang mencerminkan tingkatan atau kualitas imannya.

Bagaimana cara mendapat pondasi iman yang kuat?
1.       Menata hati dengan tahajjud dan dhuha
2.       Memantaskan diri (banyak memperdalam ilmu dan mengajarkannya)
3.       Memperbaiki iman, shalat, ibadah

Pemuda Salaf Ash-Shahih:

v  Usamah Bin Zaid, 18 tahun. Memimpin pasukan yang anggotanya adalah para pembesar sahabat seperti Abu Bakar dan Umar untuk menghadapi pasukan terbesar dan terkuat di masa itu.

v  Thalhah bin Ubaidillah, 16 tahun. Orang arab paling mulia, ia menjadikan dirinya sebagai tameng bagi Rasulullah ketika perang uhud.

v  Muhammad Al-Fatih, 22 tahun. Menaklukkan Konstantinopel ibu kota Byzantium.

v  Muhammad Al-Qashim, 17 tahun. Menaklukkan India sebagai Jendral agung pada masanya.

Wasiat Rasul untuk para pemuda:
1.       Menjaga Allah, maka Allah akan selalu di sampingmu
2.       Meminta selalu kepada Allah

Quotes :

“Posisi paling mulia seorang hamba ialah ketika sujud. Allah maha tinggi, hamba hina, rendah. Lebih banyak lagi do’a ketika sujud, lebih lama, lebih sering”.
“Kelemahan kita membuat kita seharusnya semakin banyak meminta kepada Allah”.
“Shalat jamaah menjadi jangkar penjagaan keimanan”.


 Foto: Penyerahan Cinderamata kepada Pembicara Direksi (Ust. Rizqi Zakiya S.E.I.)

Oleh: Tim Pers Syiar LDK Al-Iqtishod


0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.