Lembaga Dakwah Kampus Al-Iqtishod Institut Agama Islam Tazkia

Pengecas Ruhani Pemberi Inspirasi

Artikel

Sahabat bisa dapatkan artikel seputar Islam yang bisa menambah pemahaman kita mengenai Islam.

Audio

Download audio kajian dari asatidz terpercaya agar kita lebih mantap dalam memahami agama ini.

Join Us

Dapatkan info mengenai pendaftaran keanggotaan LDK Al Iqtishod terbaru.

Press Release DIREKSI I Sejarah dan Peran Strategis MUI


Kegiatan Direksi yang diadakan oleh LDK Al-Iqtishod setiap sebulan dua kali tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan dan keilmuan para mahasiswa Tazkia. Namun juga sebagai sarana untuk diskusi terkait topik yang di angkat, serta kolaborasi dengan organisasi-organisasi internal Tazkia maupun eksternal Tazkia.


Direksi perdana yang mengambil topik Indonesia, Islam, dan Majelis Ulama difasilitasi oleh Divisi Kajian Islam (KALAM) LDK Al-iqtishod dengan menghadirkan Ust. Abdul Mughni, BA., M.Hi. (Imam Besar Masjid Andalusia) sebagai pembicara serta diikuti oleh mahasiswa Tazkia dan umum, yang telah dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2021 secara daring melalui google meet.


Dalam Direksi perdana Ust. Abdul Mughni menyampaikan bahwasanya peran para ulama sangatlah besar di Indonesia bahkan sejak zaman dulu (masa penjajahan), para ulama selalu digarda terdepan memperjangkan Kemerdekaan Indonesia. Salah satunya yaitu sejarah resolusi jihad oleh KH. Hasyim Asy’ari, sehingga munculah perlawanan-perlawanan salah satunya pertempuran 10 November di Surabaya. Hingga terlahirlah Majelis Ulama Indonesia pada tanggal, 7 Rajab 1395 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta, Indonesia. 


Majelis Ulama Indonesia merupakan wadah musyawarah para ulama, zu’ama, dan cendekiawan muslim di Indonesia untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia. MUI berdiri sebagai hasil dari pertemuan atau musyawarah para ulama, cendekiawan dan zu’ama yang datang dari berbagai penjuru tanah air. 


Dalam kaitannya dengan tugas pengayoman MUI, pemateri menyampaikan bahwa setidaknya ada tiga peran strategis MUI yaitu sebagai pelayan ummat (Khodimul ummah), melindungi umat dari praktik-praktik kehidupan umat yang dilarang dalam Islam (Himayatul ummah), dan mitra pemerintah yang turut memandu atau mengarahkan pemerintah berkenaan dengan aspek-aspek sosial keagamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (Shodiqul Hukumah).

Bentuk-bentuk peran MUI diantaranya terkait dengan fatwa-fatwa pelayan ummat, sebagai contoh, Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19 dan Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Panduan Kaifiat Takbir Dan Shalat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19. Majelis Ulama tercatat banyak memberikan masukan dalam bentuk fatwa maupun rekomendasi lainnya, kepada pemerintah yang kemudian diadopsi ke dalam kebijakan-kebijakan pemerintah berkenaan dengan aspek-aspek sosial keagamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Beberapa Fatwa MUI telah diadopsi dalam berbagai peraturan perundang-undangan dan peraturan pemerintah lainnya.


Kepada para peserta, Ustad Abdul Mughni juga menegaskan bahwa mahasiswa harus paham betul akan peran besar para ulama dan MUI, peka dan kritis ketika ada suatu permasalahan tentang keagamaan. Pemahaman inilah yang akan menjadi tameng bagi generasi muda sekalian untuk memilih jalan yang baik bersama para pewaris dakwah Nabi SAW di bumi Nusantara.


Oleh: Nurjayadi

Editor: Team Kalam

0 komentar:

Share is caring, Silahkan berbagi apa saja di sini.